REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan alasan di balik pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menangani pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Zulhas menilai program yang menyasar puluhan juta penerima manfaat itu membutuhkan kepemimpinan yang mampu bekerja cepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
"MBG itu 82 juta orang. Banyak masalahnya, iya, tapi kan sudah dipenjarain yang moral hazard, yang nyuri, yang rampok, ya masuk penjara, sudah diganti," ujar Zulhas dalam sidang panel Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Menara Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Zulhas tak menampik pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah tantangan. Kendati begitu, lanjut dia, pemerintah telah mengambil langkah terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menceritakan percakapannya dengan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri panen tebu. Dalam kesempatan itu, Zulhas mengusulkan agar kepemimpinan BGN dipercayakan kepada sosok yang lebih muda agar percepatan pelaksanaan program dapat dilakukan.
"Saya kemarin, minggu lalu, diajak Presiden panen tebu gula, "Pak, Bapak kan kasih tanggung jawab saya SPPG, iya. Bapak kan mau cepat bagus, iya. Boleh enggak saya usul? Boleh, ganti yang muda," ucap Zulhas.
Menurut Zulhas, usulan tersebut didasarkan pada pertimbangan beban kerja yang sangat besar dalam menjalankan program MBG. Zulhas menyebut kondisi kesehatan Kepala BGN Nanik S Deyang yang tidak optimal dalam mengemban tugas besar tersebut.