Jumat 17 Jul 2026 17:54 WIB

Transaksi Koperasi Merah Putih Capai Rp 56,8 Miliar, Komoditas Ini Paling Laris Diburu

Penguatan koperasi desa mulai terlihat dari meningkatnya transaksi barang subsidi.

Pramuniaga merapikan produk kebutuhan pokok yang dijual di gerai Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng, Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (14/4/2026). Kementerian Koperasi mencatat dari total 35 ribu lebih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sedang dibangun, sebanyak 4.741 koperasi telah selesai 100 persen dan secara bertahap akan dilengkapi dengan sarana pendukung serta alat transportasi.
Foto: ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto
Pramuniaga merapikan produk kebutuhan pokok yang dijual di gerai Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng, Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (14/4/2026). Kementerian Koperasi mencatat dari total 35 ribu lebih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sedang dibangun, sebanyak 4.741 koperasi telah selesai 100 persen dan secara bertahap akan dilengkapi dengan sarana pendukung serta alat transportasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai Rp 56,8 miliar sepanjang 2026. Pupuk menjadi komoditas dengan nilai transaksi terbesar, seiring penguatan peran koperasi sebagai pusat distribusi barang bersubsidi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang diakses di Jakarta, Jumat (17/7/2026), total transaksi KDKMP mencapai 54.316 transaksi dengan nilai Rp 56,8 miliar.

Baca Juga

Komoditas dengan nilai transaksi terbesar adalah pupuk NPK Phonska sebesar Rp 15,09 miliar dengan volume transaksi 8,17 juta. Posisi berikutnya ditempati pupuk Urea N 46 persen dengan nilai transaksi Rp 11,27 miliar dari volume 6,20 juta.

Selain pupuk, transaksi KDKMP juga didominasi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, antara lain minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter senilai Rp 3,63 miliar, beras medium SPHP kemasan 5 kilogram sebesar Rp 2,49 miliar, beras Rp 1,14 miliar, LPG 3 kilogram Rp 486 juta, serta gula kemasan 1 kilogram senilai Rp 284,78 juta.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah akan memperkuat peran KDKMP sebagai pusat distribusi berbagai barang bersubsidi kepada masyarakat.

Menurut Ferry, rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan penyaluran barang bersubsidi, seperti LPG 3 kilogram, pupuk, minyak goreng, dan beras, dilakukan melalui KDKMP.

 

 

 

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi