Kamis 16 Jul 2026 17:11 WIB

Setelah Tertunda Hampir 30 Tahun, Prabowo Resmikan Pembangunan LNG Abadi

Proyek Masela jadi simbol mulainya babak baru pemanfaatan cadangan gas terbesar.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Friska Yolandha
CEO INPEX Corporation Takeyuki Ueda (kiri, depan) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (kanan, depan)  dalam konferensi pers groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis, (16/7/2026).
Foto: Dok Republika
CEO INPEX Corporation Takeyuki Ueda (kiri, depan) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (kanan, depan) dalam konferensi pers groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis, (16/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, MALUKU -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia membuka pintu bagi investasi asing di sektor energi, namun menekankan kerja sama tersebut harus berjalan atas dasar saling menguntungkan dan menghormati kepentingan nasional. 

Pesan itu disampaikan ia saat meresmikan dimulainya pembangunan (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan persaingan memperebutkan sumber daya energi dunia.

Baca Juga

Dalam pidato yang disampaikan secara virtual, Prabowo mengatakan Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri yang bersahabat dengan semua negara dan terbuka terhadap seluruh mitra yang ingin berinvestasi. Namun, ia menegaskan Indonesia kini berada pada posisi yang lebih percaya diri dalam menentukan arah pembangunannya.

"Dengan kondisi ini kita bersahabat dengan semua negara. Kita terbuka pada semua mitra, pada semua negara yang mau masuk ke Indonesia, mau bermitra dengan Indonesia, mau bekerja saling menguntungkan. Ini sikap kita," kata Prabowo, Kamis (16/7/2026).

"Tapi semua pihak harus mengerti bahwa Indonesia sekarang sudah dewasa. Pemimpin-pemimpin Indonesia bukan pemimpin bodoh, naif, bukan pemimpin penakut," ujarnya.

Prabowo mengatakan proyek LNG Abadi Masela, merupakan investasi strategis senilai sekitar 20,9 miliar dolar AS dan menjadi simbol dimulainya babak baru pemanfaatan salah satu cadangan gas terbesar Indonesia setelah menunggu hampir tiga dekade.

Prabowo mengatakan pembangunan bangsa merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kerja keras seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks itu, menurut Prabowo proyek LNG Abadi Masela salah satu proyek paling penting karena akan menjadi fondasi bagi ketahanan energi dan industrialisasi Indonesia.

"Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan, dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," katanya.

Menurut Presiden, energi merupakan syarat utama bagi keberlangsungan hidup suatu bangsa. Ia mengatakan Indonesia dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, termasuk cadangan gas raksasa di perairan Tanimbar yang telah diketahui sejak sekitar 28 tahun lalu.

Karena itu, ia mengapresiasi seluruh pihak yang berhasil membawa proyek tersebut hingga memasuki tahap konstruksi, termasuk operator asal Jepang, INPEX, perusahaan energi Malaysia Petronas, serta Pertamina sebagai perusahaan energi nasional.

"Kita harus semua bahu-membahu bekerja sehingga proyek ini sukses, cepat produksi, dan cepat menghasilkan," ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengaitkan pentingnya proyek Masela dengan situasi global yang menurutnya semakin tidak menentu akibat konflik dan peperangan di berbagai kawasan dunia.

Meski demikian, ia mengatakan Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman karena sejak awal memilih menjalin hubungan baik dengan semua negara.

"Kita bersyukur warisan pendiri-pendiri bangsa kita bahwa sesungguhnya Indonesia tidak punya musuh. Kita sudah menjalin hubungan baik dengan semua tetangga kita dan kita bertekad tetap bersahabat dengan semua negara," katanya.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi