Senin 13 Jul 2026 11:51 WIB

BPJS Kesehatan Luncurkan LANURI, Perluas Layanan JKN hingga Daerah 3T

Program LANURI memadukan layanan digital dan jemput bola untuk menjangkau masyarakat.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Mayor Jenderal TNI (Purn) Prihati Pujowaskito saat peluncuran layanan di ujung negeri (LANURI) dan closing quick wins 100 hari kerja direksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Foto: BPJS Kesehatan
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Mayor Jenderal TNI (Purn) Prihati Pujowaskito saat peluncuran layanan di ujung negeri (LANURI) dan closing quick wins 100 hari kerja direksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia di mana pun berada. Untuk mengatasi keterbatasan akses layanan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), BPJS Kesehatan menghadirkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola BPJS Keliling.

"VIOLA merupakan kanal layanan tanpa tatap muka berbasis video conference yang menghubungkan masyarakat dengan petugas BPJS Kesehatan secara real time untuk pengurusan administrasi kepesertaan JKN, informasi, dan penanganan pengaduan," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat peluncuran Layanan Ujung Negeri (LANURI) dan penutupan Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Baca Juga

Dalam pelaksanaannya, kata Pujo, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah 3T untuk memfasilitasi video conference di fasilitas kesehatan, kantor desa, kelurahan, kecamatan, sekolah, dan lokasi lainnya. Selama Januari hingga Mei 2026, terdapat 218.729 pemanfaatan layanan VIOLA.

Ia mengatakan lokasi pelaksanaan VIOLA terbanyak berada di puskesmas, sementara jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah layanan informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Adapun segmen peserta JKN yang paling banyak memanfaatkan VIOLA ialah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Di sisi lain, Pujo menjelaskan tidak semua wilayah di Indonesia mampu mengadopsi layanan digital karena berbagai kendala, seperti keterbatasan jaringan internet, kondisi geografis, serta belum semua lapisan masyarakat familier dengan teknologi digital. Karena itu, selain mengembangkan kanal digital, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan layanan jemput bola BPJS Keliling.

"Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses informasi, mengurus administrasi, hingga menyampaikan aduan seputar JKN," lanjut Pujo.

Pujo menjelaskan optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling merupakan implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Per hari ini, LANURI serentak dilaksanakan di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 kantor cabang BPJS Kesehatan.

"Dari 558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling, sementara 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA," sambung Pujo.

Berita Lainnya

Rekomendasi