Rabu 08 Jul 2026 09:11 WIB

Danantara Gabungkan Empat Manajer Investasi BUMN, Mandiri Manajemen Investasi Jadi Entitas Utama

Konsolidasi ini ditujukan untuk memperkuat pengelolaan aset negara.

Suasana kantor Danantara setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (24/2/2025).
Foto: Muhammad Nursyamsi
Suasana kantor Danantara setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (24/2/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Danantara menggabungkan empat perusahaan asset management BUMN menjadi satu entitas di bawah Mandiri Manajemen Investasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat transformasi pengelolaan aset negara.

"Streamlining itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," ujar COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam keterangan resminya dari Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga

Adapun empat BUMN asset management yang akan digabung, yakni PNM Investment Management, BNI Asset Manajemen, BRI Manajemen Investasi, dan Mandiri Manajemen Investasi. Mandiri Manajemen Investasi menjadi surviving entity.

Konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya membangun platform pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, efisien, dan profesional guna mengoptimalkan nilai aset negara.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat pada Selasa (7/7) yang dihadiri oleh CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.

Dalam rapat tersebut, para pimpinan Danantara menyepakati merger empat perusahaan asset management BUMN sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur kelembagaan dan pengelolaan aset di bawah Danantara.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi