REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki kolaborasi dengan komunitas pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif, Local Champion Indonesia (LCI), untuk memperkuat jenama (brand) lokal agar mampu memanfaatkan peluang pasar ekspor.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan ekspor produk jenama Indonesia perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga penguatan desain, branding, pengemasan, standardisasi, hingga fasilitasi kekayaan intelektual.
"Kami akan memetakan program yang dapat menjadi quick win, jangka menengah, maupun jangka panjang bersama Local Champion Indonesia. Jejaring yang dimiliki LCI di berbagai daerah menjadi potensi untuk mempercepat identifikasi serta pengembangan brand lokal yang siap naik kelas," kata Menteri Ekonomi Kreatif dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menteri Ekonomi Kreatif memaparkan sejumlah peluang sinergi, mulai dari pelatihan melalui program ASIK, penguatan standardisasi ekspor dan market intelligence, fasilitasi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, hingga kurasi brand lokal berorientasi ekspor. Kementerian Ekonomi Kreatif juga membuka peluang kolaborasi melalui program Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
LCI berfokus pada penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, jejaring kolaborasi, serta pengembangan potensi lokal di berbagai daerah. Melalui ekosistem yang dibangun, LCI menghadirkan pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong lahirnya pelaku usaha serta jenama lokal yang berdaya saing.
Pendiri LCI, Dhika Yudistira, menyampaikan kesiapan pihaknya bersinergi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif melalui jejaring agregator ekspor, komunitas, hingga desa-desa produktif di berbagai wilayah Indonesia.
"Kami ingin menghubungkan berbagai program agar saling melengkapi. Dengan jaringan yang kami miliki, kami berharap dapat membantu menghadirkan lebih banyak brand Indonesia yang siap memasuki pasar internasional melalui kolaborasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif," ujar Dhika.
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan pelaku ekonomi kreatif sekaligus membuka akses ke pasar internasional.