Selasa 07 Jul 2026 10:03 WIB

Ekonomi Haji Berpotensi Rp 80 Triliun, Pemerintah Perkuat Rantai Pasok dan Investasi

Produk lokal, investasi, dan platform digital jadi fokus pengembangan ekonomi haji.

Petugas membantu seorang haji berkebutuhan khusus kloter terakhir berjalan keluar di Terminal Haji dan Umrah Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). Kloter 28 JKS Dembarkasi Bekasi dengan total sebanyak 135 orang menjadi kloter terakhir secara nasional untuk musim haji 1447 H/2026.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Petugas membantu seorang haji berkebutuhan khusus kloter terakhir berjalan keluar di Terminal Haji dan Umrah Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). Kloter 28 JKS Dembarkasi Bekasi dengan total sebanyak 135 orang menjadi kloter terakhir secara nasional untuk musim haji 1447 H/2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi haji, guna mengoptimalkan potensi ekonomi haji dan umrah. Diperkirakan, potensi haji dan umrah mencapai sekitar Rp80 triliun per tahun.

"Pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan upaya untuk memastikan penyelenggaraan haji tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pelayanan ibadah, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui peningkatan keterlibatan produk, jasa, dan pelaku usaha dalam negeri," kata Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga

Ia menjelaskan pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis untuk meningkatkan kontribusi sektor haji dan umrah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Upaya itu mulai dari penguatan rantai pasok, peningkatan penggunaan produk lokal, hingga pengembangan investasi di sektor pendukung penyelenggaraan haji.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan penetrasi produk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan jamaah haji dan umrah. Hingga saat ini, pemerintah telah mendorong ekspor 28 jenis bumbu Nusantara dengan volume lebih dari 300 ton serta penyediaan sekitar 3,1 juta paket makanan saji untuk jamaah.

Selain itu, Ditjen PE2HU juga mengembangkan sektor transportasi dan pariwisata melalui optimalisasi penerbangan kosong (empty flight) guna mendukung kunjungan wisatawan dari kawasan Timur Tengah ke Indonesia.

Program yang dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan tersebut, telah melayani 1.723 penumpang dan akan terus ditingkatkan.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi