REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mencatat realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) secara akumulatif mencapai Rp 353,5 triliun hingga kuartal I 2026. Secara bersamaan, aliran investasi tersebut juga mendorong penyerapan tenaga kerja sebanyak 266 ribu orang.
Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat ditemui di kantornya, Jakarta, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah dinamika ekonomi global serta sejumlah catatan dari lembaga pemeringkat internasional.
"Kami meyakinkan bahwa di Kawasan Ekonomi Khusus, hampir semuanya, khususnya yang berbasis industri manufaktur, investasi terjadi peningkatan yang luar biasa," kata Susiwijono, dikutip Selasa (7/7/2026).
Optimisme tersebut didukung oleh tingkat keterisian sejumlah KEK yang telah mencapai kapasitas maksimal. Susiwijono mencontohkan tiga KEK berbasis industri yang menunjukkan kinerja paling optimal, yakni KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang.
Ketiga kawasan tersebut telah mengajukan permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan dengan rata-rata mencapai dua kali lipat dari luas eksisting. Perluasan itu dilakukan untuk mengakomodasi permintaan investasi baru.
"Ini membuktikan bahwa investasi riil di industri manufaktur masih sangat menjanjikan di Indonesia," ujarnya.