Selasa 07 Jul 2026 08:10 WIB

Investasi di KEK Capai Rp 353,5 Triliun, Potensi Baru Sentuh Rp 846 Triliun

Tingginya keterisian kawasan industri jadi sinyal positif bagi iklim investasi.

Foto udara proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang di Panimbang, Pandeglang, Banten, Kamis (11/6/2026). Data dari PT PP (Persero) Tbk mencatat progres konstruksi jalan tol Serang-Panimbang seksi 3B sepanjang 15,54 kilometer tersebut per Mei 2026 telah mencapai 73,05 persen dan terus dikebut penyelesaiannya guna meningkatkan konektivitas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten bagian selatan.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Foto udara proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang di Panimbang, Pandeglang, Banten, Kamis (11/6/2026). Data dari PT PP (Persero) Tbk mencatat progres konstruksi jalan tol Serang-Panimbang seksi 3B sepanjang 15,54 kilometer tersebut per Mei 2026 telah mencapai 73,05 persen dan terus dikebut penyelesaiannya guna meningkatkan konektivitas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten bagian selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mencatat realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) secara akumulatif mencapai Rp 353,5 triliun hingga kuartal I 2026. Secara bersamaan, aliran investasi tersebut juga mendorong penyerapan tenaga kerja sebanyak 266 ribu orang.

Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat ditemui di kantornya, Jakarta, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah dinamika ekonomi global serta sejumlah catatan dari lembaga pemeringkat internasional.

Baca Juga

"Kami meyakinkan bahwa di Kawasan Ekonomi Khusus, hampir semuanya, khususnya yang berbasis industri manufaktur, investasi terjadi peningkatan yang luar biasa," kata Susiwijono, dikutip Selasa (7/7/2026).

Optimisme tersebut didukung oleh tingkat keterisian sejumlah KEK yang telah mencapai kapasitas maksimal. Susiwijono mencontohkan tiga KEK berbasis industri yang menunjukkan kinerja paling optimal, yakni KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang.

Ketiga kawasan tersebut telah mengajukan permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan dengan rata-rata mencapai dua kali lipat dari luas eksisting. Perluasan itu dilakukan untuk mengakomodasi permintaan investasi baru.

"Ini membuktikan bahwa investasi riil di industri manufaktur masih sangat menjanjikan di Indonesia," ujarnya.

 

 

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi