REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 mencatatkan transaksi sebesar Rp55 miliar selama dua hari penyelenggaraan. Selain itu, kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, UMKM, perbankan, dan pemerintah tersebut juga menghasilkan komitmen pembiayaan perbankan kepada korporasi senilai Rp575 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan, capaian tersebut menunjukkan peran JKF sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Total transaksi selama dua hari pelaksanaan JKF 2026 mencapai Rp55 miliar, termasuk transaksi business matching pembiayaan dan ekspor UMKM. Selain itu, melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), berhasil dibangun komitmen pembiayaan perbankan kepada korporasi senilai Rp575 miliar,” kata Iwan dalam keterangannya, Ahad (5/7/2026).
Iwan mengatakan, JKF menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, UMKM, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pameran UMKM, business matching, festival ekonomi kreatif, layanan publik, edukasi, hingga kompetisi.
Menurut dia, penyelenggaraan JKF diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang berkelanjutan untuk memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi di Jakarta.
Selain mencatat transaksi dan komitmen pembiayaan, JKF juga menghasilkan komitmen kerja sama antara perbankan dan sineas muda Jakarta Youth Film Festival. Kolaborasi tersebut dinilai memperkuat pengembangan industri film dan musik sebagai sektor ekonomi baru di Jakarta.
JKF 2026 melibatkan 377 tenant yang terdiri atas 290 tenant UMKM dan 87 tenant layanan, edukasi, serta komunitas dengan dukungan 67 lembaga dan instansi. Selama dua hari penyelenggaraan, acara tersebut dikunjungi sekitar 15 ribu orang.
Berbagai kompetisi yang digelar juga menarik partisipasi 1.940 peserta, antara lain Jakarta Youth Film Festival, Band Competition, Swara Bankers, JKF Fun Padel Competition, Festival Pangan Olahan, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, dan Festival Urban Farming.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, kreativitas dan kolaborasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing ekonomi Jakarta menjelang transformasi menuju kota global.
“Semangat #JagaJakarta mengingatkan kita bahwa pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh masyarakat,” kata Uus.