Kamis 02 Jul 2026 14:43 WIB

ITPLN Gandeng APITU Buka Ikatan Kerja dan Bangun Laboratorium Pendingin

Kerja sama ini diharapkan memperkuat kompetensi lulusan.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Satria K Yudha
Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia.
Foto: ITPLN
Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU) melalui program ikatan kerja bagi 100 mahasiswa serta pembangunan laboratorium sistem pendingin. Kerja sama ini diharapkan memperkuat kompetensi lulusan sekaligus memperluas peluang kerja di industri pendingin dan tata udara.

Rektor ITPLN Iwa Garniwa Mulyana mengatakan, kolaborasi dengan APITU menjadi upaya kampus memperluas kemitraan dengan dunia industri di luar PLN Group.

Baca Juga

“Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja di industri pendingin dan tata udara yang terus berkembang di Indonesia,” ujar Iwa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Iwa mengatakan, ITPLN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai sektor industri. Menurutnya, penguatan jejaring industri menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Kerja sama bersama APITU diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dan lulusan sekaligus memperluas peluang karier lulusan di industri pendingin dan tata udara,” kata Iwa.

Melalui kerja sama tersebut, ITPLN dan APITU membuka kembali program ikatan kerja bagi 100 mahasiswa Diploma III ITPLN. Program ini diharapkan memberikan kepastian jalur karier sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri pendingin nasional.

Selain itu, kedua pihak juga menyepakati kerja sama dalam peningkatan kompetensi (upskilling) bagi kelas karyawan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi mahasiswa, serta pengembangan riset di bidang pendingin industri.

“Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang mendukung perkembangan teknologi pendingin yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Iwa.

ITPLN dan APITU juga membuka peluang penyelenggaraan kelas khusus bagi calon mahasiswa Program Magister (S2) dan Program Sarjana Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI). Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia profesional di bidang pendingin dan tata udara.

Dalam pengembangan sarana pembelajaran, kedua pihak berencana membangun laboratorium peraga sistem pendingin di lingkungan ITPLN. Laboratorium tersebut diharapkan mendekatkan mahasiswa dengan teknologi yang digunakan di dunia industri.

Iwa mengatakan, ITPLN juga membuka peluang ikatan kerja melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan nasional dan internasional, seperti APITU Indonesia, Daikin, Polytron, Sharp, Samsung, Panasonic, dan LG.

Ketua Umum APITU Agus Susilo menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut Agus, sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi langkah penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar industri.

“Kami siap mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa ITPLN melalui program sertifikasi, magang, hingga penguatan pembelajaran berbasis kebutuhan industri. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi di sektor pendingin dan tata udara,” kata Agus.

Berita Lainnya

Rekomendasi