Rabu 01 Jul 2026 15:32 WIB

BPS: Inflasi Juni Tembus 3,34 Persen, Dekati Batas Atas Target Pemerintah

Kenaikan harga di sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Juni.

Rep: Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat inflasi pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan/year on year (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,08 persen (yoy) dan mendekati batas atas yang ditargetkan pemerintah di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen. 

“Inflasi pada Juni 2026, secara bulanan atau month to month (mtm) mencapai sebesar 0,04 persen. Secara tahunan atau yoy terjadi inflasi sebesar 3,34 persen, dan secara tahun kalender atau year to date(ytd) terjadi inflasi sebesar 1,79 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026). 

Baca Juga

Ateng menjelaskan, kelompok penyumbang inflasi bulanan terbesar terjadi pada kelompok transportasi. Inflasi kelompok transportasi pada Juni 2026 mencapai sebesar 2,29 persen dengan andil inflasi sebesar 0,28 persen. 

“Tiga komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok transportasi, yaitu pertama, bensin dengan andil inflasi 0,21 persen, kedua, tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen, ketiga, pelumnas atau oli mesin dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen,” ungkapnya. 

Kemudian, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami inflasi sebesar 0,20 persen pada Juni 2026. Andil inflasi pada kelompok ini adalah sebesar 0,06 persen.

“Komoditas pada kelompok ini yang memberi andil inflasi terutama bawang merah sebesar 0,04 persen, bawang putih dengan andil inflasi 0,03 persen, dan beras dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02 persen,” terangnya. Eva Rianti 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement