Senin 29 Jun 2026 20:14 WIB

Grab Indonesia Tambah Armada Kendaraan Listrik Jadi 28.000 Unit, Targetkan 42.000 Unit pada 2026

Grab perluas penggunaan mobil listrik sebagai bagian dari upaya mendukung efisiensi.

Armada GrabCar di Seminyak, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Foto: Dok Grab
Armada GrabCar di Seminyak, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grab Indonesia menambah armada kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam ekosistem layanannya hingga mencapai 28.000 unit per Mei 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong efisiensi energi dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih di Indonesia.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan inisiatif tersebut dihadirkan untuk mengajak masyarakat membuat pilihan yang lebih bijak dalam penggunaan energi di tengah dinamika global yang turut memberikan tekanan terhadap sektor energi, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM) dan biaya mobilitas masyarakat.

Baca Juga

"Tentunya kami ingin mengajak masyarakat membuat pilihan yang lebih bijak dalam penggunaan energi melalui aktivitas sehari-hari. Inisiatif ini juga hadir di tengah dinamika global yang turut memberikan tekanan kepada sektor energi, termasuk tentunya harga BBM dan biaya mobilitas masyarakat. Karena itu, efisiensi energi menjadi semakin penting untuk kita dorong bersama-sama," kata Neneng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Ia menambahkan komitmen tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan energi melalui percepatan kemandirian energi nasional, sekaligus mendukung target nol emisi pada 2060 atau lebih cepat.

Sebagai salah satu operator kendaraan listrik terbesar di Indonesia, Grab mencatat jumlah armada kendaraan listriknya telah mencapai 28.000 unit per Mei 2026 atau dua kali lebih banyak dibandingkan akhir 2025. Perusahaan juga menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi tiga kali lipat dibandingkan 2025 pada akhir tahun ini.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi