REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semakin mudahnya masyarakat Indonesia mengakses instrumen keuangan membuat minat terhadap aktivitas trading terus meningkat. Namun, pertumbuhan jumlah pelaku trading perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai risiko, mekanisme pasar, dan pentingnya memilih perusahaan pialang yang kredibel.
Di tengah berkembangnya industri trading, kepercayaan menjadi faktor yang semakin menentukan. Bagi pelaku pasar, aspek tata kelola dan kepatuhan dinilai sama pentingnya dengan akses terhadap produk dan layanan investasi. Kepercayaan juga menjadi fondasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan sektor jasa keuangan yang sehat.
Trader tidak hanya membutuhkan platform untuk bertransaksi, tetapi juga keyakinan bahwa perusahaan yang mengelola dana mereka menjalankan bisnis secara transparan, patuh terhadap regulasi, dan memiliki sistem perlindungan nasabah yang memadai.
Salah satu indikator yang dapat menjadi acuan publik adalah penilaian regulator. Rating berkala yang diterbitkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), misalnya, memberikan gambaran mengenai tingkat kepatuhan, stabilitas perusahaan, pengawasan transaksi, tata kelola, hingga perlindungan nasabah yang diterapkan perusahaan pialang berjangka.
Untuk periode Januari–Maret 2026, Bappebti kembali merilis penilaian terhadap 67 perusahaan pialang berjangka aktif di Indonesia. Dalam penilaian tersebut, Finex kembali memperoleh peringkat tertinggi A+++, yang menjadi capaian kedelapan secara berturut-turut.
“Rating ini bukan sekadar pencapaian perusahaan,” ujar CEO Finex Agung Wisnuaji dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
“Ia mencerminkan kerja konsisten kami dalam menjaga tata kelola, kepatuhan, dan kualitas layanan. Bagi kami, kepercayaan trader harus dibangun melalui proses yang transparan dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Agung, penguatan tata kelola dan perlindungan konsumen merupakan faktor penting dalam menciptakan industri trading yang berkelanjutan. Ia menyebut Finex juga mencatat volume trading tertinggi di Jakarta Futures Exchange dalam beberapa bulan terakhir.