REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Universitas Indonesia (UI) Adiwarman Karim mengatakan masuknya pelaku usaha di ranah digital, termasuk kreator konten, dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 dapat menjadi peluang untuk mendorong daya saing UMKM digital agar semakin kompetitif.
“Kebijakan ini dapat mendorong daya saing UMKM digital secara global,” kata Adiwarman di Jakarta, dikutip Sabtu (20/6/2026).
KBLI dalam dunia usaha biasanya digunakan untuk memantau produktivitas tiap segmen industri. Selain itu, KBLI juga digunakan untuk memetakan inovasi, menetapkan standar pengupahan, serta menyiapkan kebijakan yang berlaku bagi industri.
Dengan masuknya kategori kreator konten digital dalam KBLI sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital, transformasi ekonomi dapat dipersiapkan dari ekonomi agraris menuju ekonomi industri, kemudian berkembang menjadi ekonomi digital.
“Ini penting untuk menyiapkan insentif bagi UMKM digital yang membutuhkan insentif berbeda dibandingkan UMKM konvensional,” katanya.
Wakil Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) itu mengatakan, KBLI di sektor ekonomi digital juga dapat membantu pemerintah memilah pertumbuhan yang berasal dari UMKM digital maupun UMKM tradisional. Dengan demikian, skema insentif yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Menurut Adiwarman, bisnis kreator konten saat ini memiliki hambatan masuk (entry barrier) yang relatif rendah sehingga memungkinkan Indonesia bersaing di tingkat global dengan kemampuan teknologi yang setara.