Jumat 19 Jun 2026 18:34 WIB

BIM Percantik Terminal, Angkat Identitas Budaya Minangkabau

Empat fokus pembenahan disiapkan untuk menghadirkan bandara yang lebih modern.

Bandara Internasional Minangkabau (BIM)
Foto: Dok Republika
Bandara Internasional Minangkabau (BIM)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) saat ini tengah menjalankan program beautifikasi dan revitalisasi terminal penumpang untuk meningkatkan standar pelayanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara. Langkah strategis ini juga bertujuan memperkuat identitas Sumatra Barat di Bandara Internasional Minangkabau sebagai pintu gerbang utama wisatawan.

Program beautifikasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembaruan estetika interior, penataan area komersial, hingga peningkatan fasilitas di dalam terminal.

Baca Juga

General Manager Bandara Internasional Minangkabau Dony Subardono mengatakan, program tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi setiap penumpang, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang.

“Program beautifikasi ini merupakan komitmen kami untuk memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi setiap penumpang pesawat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang. Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya menjadi tempat naik dan turun pesawat, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat,” kata Dony.

Dony menjelaskan, program beautifikasi ini memiliki empat fokus utama.

Pertama, menghadirkan sentuhan budaya Minangkabau yang modern melalui transformasi visual interior dengan perpaduan arsitektur modern dan motif tradisional Minangkabau, seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rabuang.

Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu (boarding lounge), optimalisasi suasana terminal (ambience), serta peningkatan fasilitas toilet agar memenuhi standar global dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Ketiga, penataan alur penumpang (flow management) dengan menata ulang tata letak area check-in dan area komersial guna menciptakan pergerakan penumpang yang lebih lancar, luas, dan minim hambatan (seamless).

Keempat, penyediaan area hijau di dalam terminal (indoor greenery) dengan menambahkan elemen lanskap pada titik-titik strategis sehingga menghadirkan suasana yang lebih asri, sejuk, dan menenangkan bagi penumpang.

photo
General Manager Bandara Internasional Minangkabau Dony Subardono - (Dok Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement