Sabtu 13 Jun 2026 14:13 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Ekonomi Rp 222 Miliar

Ribuan inovasi karyawan jadi sumber penciptaan nilai dan efisiensi bisnis perusahaan.

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri holding Pupuk Indonesia, (Persero), kembali menyelenggarakan Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) 2026.
Foto: Dok Republika
Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri holding Pupuk Indonesia, (Persero), kembali menyelenggarakan Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK — Inovasi yang dikembangkan karyawan PT Petrokimia Gresik berhasil menciptakan nilai ekonomi signifikan bagi perusahaan. Melalui Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) 2026, berbagai inovasi yang lahir dari insan perusahaan mampu menghasilkan direct financial benefit sebesar Rp 68 miliar dan value creation mencapai Rp 154 miliar.

KIPG 2026 menjadi momentum istimewa karena menandai 40 tahun perjalanan program inovasi tersebut sebagai wadah pengembangan budaya inovasi yang terus memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

Baca Juga

Selama empat dekade penyelenggaraannya, KIPG telah menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi yang berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi, produktivitas, keandalan operasional, serta penguatan peran Petrokimia Gresik dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan keberlangsungan KIPG selama 40 tahun menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Budaya inovasi di Petrokimia Gresik terus tumbuh dan berkembang secara positif. Besarnya keterlibatan karyawan dalam inovasi menjadi cerminan bahwa semangat untuk berpikir kreatif, melakukan perbaikan, dan berkontribusi telah menjadi bagian dari budaya kerja di Petrokimia Gresik,” ujar Daconi saat membuka KIPG 2026 di Gresik, Sabtu (13/6/2026).

Tingginya budaya inovasi tersebut tercermin dari partisipasi karyawan yang terus meningkat. Jika pada 2024 keterlibatan karyawan dalam inovasi mencapai 95 persen, angka tersebut meningkat menjadi 97 persen pada 2025 dan mencapai 98 persen pada KIPG 2026. Keterlibatan itu juga mencakup Pejabat Band I dan Band II, menunjukkan dukungan inovasi yang kuat di seluruh jenjang organisasi.

Menurut Daconi, capaian tersebut membuktikan bahwa inovasi tidak hanya menghasilkan gagasan baru, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah yang terukur bagi perusahaan.

“Insan Petrokimia Gresik menyadari pentingnya inovasi bagi perusahaan, khususnya dalam menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Kontribusi ini membuktikan bahwa setiap gagasan dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak signifikan bagi kinerja dan daya saing perusahaan,” katanya.

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi