Sabtu 06 Jun 2026 13:46 WIB

Syngenta Luncurkan Teknologi Baru, Dukung Swasembada Beras

Inovasi teknologi pertanian bisa dorong pertumbuhan produksi

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Intan Pratiwi
Pekerja memanggul tumpukan padi hasil panen di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (14/4/2026). Perum Bulog menargetkan akan menyerap sebanyak empat juta ton beras dengan strategi percepatan penyerapan gabah dari petani meski menghadapi potensi kekeringan dampak fenomena Godzilla El Nino pada Juli 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Pekerja memanggul tumpukan padi hasil panen di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (14/4/2026). Perum Bulog menargetkan akan menyerap sebanyak empat juta ton beras dengan strategi percepatan penyerapan gabah dari petani meski menghadapi potensi kekeringan dampak fenomena Godzilla El Nino pada Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Syngenta Indonesia meluncurkan MIRAVIS Duo® sebagai teknologi baru perlindungan tanaman padi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat agenda swasembada beras nasional. Produk tersebut diperkenalkan di Desa Glempang, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, salah satu lumbung padi nasional.

Peluncuran tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang memperkenalkan MIRAVIS Duo® dengan teknologi ADEPIDYN™ untuk tanaman padi. Syngenta memilih Kabupaten Cilacap sebagai lokasi peluncuran karena daerah itu merupakan sentra produksi padi strategis dengan kontribusi besar terhadap pasokan beras nasional.

"Hari ini kita bersama menulis sejarah baru. MIRAVIS Duo dengan teknologi ADEPIDYN™ untuk tanaman padi diluncurkan pertama kali di seluruh dunia di Indonesia," kata Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, dalam peluncuran produk tersebut di Cilacap, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Eryanto mengatakan sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari serangan penyakit tanaman hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan tanaman, menurunkan produksi dan kualitas gabah, serta berdampak pada pendapatan petani.

Menurut dia, MIRAVIS Duo® dihadirkan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. Produk itu dirancang membantu pengendalian penyakit tanaman secara lebih efektif sekaligus menjaga tanaman tetap sehat sehingga mendukung peningkatan hasil panen.

"Peluncuran produk MIRAVIS Duo® hari ini adalah kontribusi Syngenta untuk membantu petani sekaligus memperkuat agenda ketahanan pangan dan swasembada beras nasional," ujarnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Cicik Setyorini, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik hadirnya inovasi di sektor pertanian yang dapat membantu petani menghadapi berbagai tantangan budidaya.

Kabupaten Cilacap memiliki luas lahan baku sawah sekitar 66 ribu hektare. Pada 2025, produksi padi daerah tersebut mencapai 855.042 ton gabah kering giling (GKG) dengan surplus beras sekitar 321 ribu ton.

Dalam beberapa tahun terakhir, Cilacap rata-rata menghasilkan surplus beras sekitar 300 ribu ton per tahun sehingga menjadi salah satu daerah penopang kebutuhan beras nasional.

"Apa yang dilakukan oleh PT Syngenta ini merupakan salah satu inovasi di bidang budidaya pertanian, tanaman padi terutama, dengan diluncurkannya MIRAVIS Duo®. Dengan inovasi yang tepat akan dapat membantu kita semuanya," kata Cicik.

Ia menjelaskan petani saat ini tidak hanya menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), tetapi juga kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Karena itu, teknologi perlindungan tanaman diperlukan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.

Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap kolaborasi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian, dan sektor swasta terus diperkuat agar inovasi pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal. Sinergi tersebut diharapkan menjaga produktivitas padi sekaligus memperkuat kontribusi daerah sebagai salah satu lumbung beras nasional.

Berita Lainnya

Rekomendasi