Selasa 26 May 2026 18:04 WIB

Bio Farma Dorong Ekspansi Vaksin Indonesia ke Amerika Latin

kawasan Amerika Latin memiliki kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang

Bio Farma berpartisipasi dalam kegiatan 2nd Ambassadors Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean.
Foto: dok Bio Farma
Bio Farma berpartisipasi dalam kegiatan 2nd Ambassadors Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bio Farma (Persero) membidik penguatan ekspansi pasar vaksin dan produk life science Indonesia ke kawasan Amerika Latin dan Karibia. Langkah ini melalui keterlibatan Bio Farma dalam forum diplomasi ekonomi yang digelar Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta pekan lalu.

Langkah tersebut ditunjukkan melalui partisipasi Bio Farma dalam kegiatan 2nd Ambassadors’ Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean. Dalam forum itu, Bio Farma menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang melakukan business pitching di hadapan para duta besar dan pemangku kepentingan dari kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Direktur Sales Bio Farma, Fitri Puspadewi, mengatakan kawasan Amerika Latin dan Karibia menjadi wilayah strategis bagi pengembangan kerja sama internasional Bio Farma Group, terutama di sektor vaksin dan layanan kesehatan.

“Bio Farma memandang kerja sama internasional tidak hanya sebatas hubungan perdagangan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas, transfer teknologi, serta pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan. Kami ingin menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat bersama bagi seluruh pihak,” ujar Fitri.

Menurut dia, kawasan Amerika Latin dan Karibia memiliki kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang serta peluang kolaborasi jangka panjang yang terbuka luas. Bio Farma melihat adanya kesamaan tantangan antarnegera dalam memperluas akses kesehatan, sehingga kerja sama dapat dibangun dengan pendekatan kebutuhan bersama.

Selama ini, Bio Farma Group telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara di kawasan tersebut, baik melalui mekanisme suplai rutin lewat Pan American Health Organization (PAHO) maupun kerja sama bilateral dengan negara seperti Argentina, Meksiko, dan Peru melalui Phapros.

Dalam forum tersebut, Bio Farma turut memperkenalkan kapabilitas perusahaan sebagai perusahaan life science nasional yang memiliki pengalaman dalam pengembangan, produksi, dan distribusi vaksin serta produk kesehatan lainnya. Selain portofolio produk, perusahaan juga menampilkan kemampuan riset dan pengembangan, manufaktur, sistem mutu, hingga pengalaman membangun kemitraan global.

Fitri menilai peluang kerja sama dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia masih terbuka luas, mulai dari perdagangan vaksin dan produk life science, transfer teknologi, penelitian bersama, hingga penguatan kapasitas manufaktur dan sistem kesehatan.

“Forum seperti ini membuka peluang kolaborasi baru sekaligus memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai kebutuhan pasar internasional. Interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan global juga menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing Bio Farma di tingkat internasional,” katanya.

Forum yang berlangsung di Ruang Nusantara, Gedung Utama Kementerian Luar Negeri RI itu turut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Andre Omer Siregar, Managing Director Global Relations & Governance BPI Danantara Mohamad Al-Arief, serta Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino Moningka Vega.

Selain Bio Farma, sejumlah perusahaan nasional lain yang turut melakukan business pitching antara lain PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi, PT PLN Indonesia Power, PT Dirgantara Indonesia, PT Astra Otoparts Tbk, Polytron, dan FKS Group.

Berita Lainnya

Rekomendasi