Ahad 17 May 2026 12:03 WIB

Bahlil Mengaku Didesak Senior Partai Naikkan Harga BBM, tapi Menolak karena tak Rasional

Bahlil mengaku heran dengan usulan kenaikan tersebut.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia
Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sempat didesak senior untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah kondisi krisis geopolitik. Namun, ia merasa usulan tersebut tidak rasional sehingga tidak ditindaklanjuti.

"Dalam konteks krisis geopolitik yang terkait dengan energi, banyak perdebatan-perdebatan yang sebagian oleh senior-senior kita juga meminta kepada saya untuk menaikkan harga BBM. Saya bilang, ini senior-senior ini gimana sih sebenarnya?" ucap dia di sela-sela penutupan acara rapimnas dan rakernas SOKSI di Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam.

Baca Juga

Ia merasa heran dengan usulan tersebut sebab tidak sesuai dengan yang diajarkan Partai Golkar bahwa pemerintah harus memikirkan rakyat. Pria yang menjabat Ketua Umum Partai Golkar ini pun mempertanyakan rasionalitas senior tersebut dan menduga tidak berproses dengan baik di partai.

"Katanya kita diajarkan oleh Golkar harus memikirkan rakyat. Masa rakyat lagi susah, kita mau menaikkan harga BBM. Saya pikir kadang-kadang rasionalitasnya itu udah, mungkin tidak berproses baik kali ya," ungkap dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement