Rabu 13 May 2026 08:53 WIB

AS dan China Sepakat tak Ada Tarif Tol di Selat Hormuz

AS dan China menegaskan jalur air internasional tidak boleh dibebani pungutan sepihak

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio dan Menlu China Wang Yi sepakat tidak boleh ada negara mengenakan tarif tol untuk melintasi Selat Hormuz.
Foto: Warship Cam
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio dan Menlu China Wang Yi sepakat tidak boleh ada negara mengenakan tarif tol untuk melintasi Selat Hormuz.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio dan Menlu China Wang Yi sepakat tidak boleh ada negara mengenakan tarif tol untuk melintasi Selat Hormuz. Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Tommy Pigott kepada Kantor Berita Kyodo, Selasa (12/5), mengatakan kesepakatan itu dicapai saat Rubio dan Wang melakukan pembicaraan telepon pada 30 April lalu.

"Keduanya sepakat bahwa tidak ada negara atau organisasi yang diizinkan mengenakan biaya tol untuk melintasi jalur air internasional, seperti Selat Hormuz," kata Pigott.

Baca Juga

Menurut dia, kedua pihak juga sepakat bahwa Washington dan Beijing perlu membangun hubungan konstruktif yang stabil secara strategis, berdasarkan rasa saling menghormati dan timbal balik.

Kesepakatan itu muncul ketika Iran disebut masih membatasi jalur pelayaran utama minyak dan gas dari Timur Tengah, sehingga konflik AS dan Israel dengan Iran diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini.

Trump disebut frustrasi atas minimnya kemajuan pembicaraan pembukaan kembali selat tersebut, sementara harga bensin di dalam negeri tetap tinggi.

Oleh karena itu, Trump akan meminta Xi "mendesak" Iran agar mau mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. China merupakan pembeli terbesar minyak mentah Iran dan menjadi jalur ekonomi penting bagi Teheran.

Rubio ikut mendampingi lawatan Trump ke Beijing bersama Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth. Trump dijadwalkan bertemu Xi pada Kamis (14/5) dan Jumat (15/5).

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement