Senin 11 May 2026 09:54 WIB

Biaya Admin e-Commerce Meningkat, Ini Penjelasan idEA

Pelaku industri disebut perlu menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pedagang mempromosikan produknya melalui siaran langsung online di toko Wstudio Little Bangkok, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pedagang mempromosikan produknya melalui siaran langsung online di toko Wstudio Little Bangkok, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) angkat bicara mengenai isu keluarnya penjual dari e-commerce atau lokapasar akibat meningkatnya biaya administrasi. Ketua Umum idEA Hilmi Adrianto menyampaikan perubahan pada struktur biaya layanan merupakan bagian dari proses menuju ekosistem e-commerce yang lebih berkelanjutan.

"Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan industri ini banyak ditopang oleh subsidi. Namun ke depan, perlu ada keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan, baik bagi platform maupun penjual," ujar Hilmi saat dihubungi Republika di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Baca Juga

Sebagai enabler, ucap Hilmi, platform e-commerce terus berinvestasi dalam teknologi, logistik, pembayaran, serta perlindungan konsumen.

Dia menyampaikan seluruh layanan tersebut memiliki biaya operasional yang tidak kecil sehingga penyesuaian model bisnis menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan.

"idEA memahami perubahan kebijakan dapat berdampak pada pelaku usaha dan kami mendengarkan setiap masukan yang diberikan," ucap Hilmi.

Hilmi menyampaikan idEA percaya bahwa transparansi dan keseimbangan merupakan kunci agar platform tetap sehat dan penjual memiliki pilihan serta ruang untuk tumbuh dan bersaing.

Ia meyakini ekosistem e-commerce Indonesia perlu terus dibangun di atas prinsip keberlanjutan, kompetisi yang sehat, dan kolaborasi ke depan.

"Sehingga bisa menjadi fondasi ekonomi digital yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," kata Hilmi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement