Kamis 07 May 2026 09:57 WIB

Menkeu Purbaya Bawa Doa Pertumbuhan Ekonomi Saat Naik Haji

Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada kuartal I 2026 disebut menjadi sinyal penguatan.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan membawa doa khusus bagi perekonomian Indonesia saat menunaikan ibadah haji bulan ini.
Foto: Dian Fath Risalah/Republika
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan membawa doa khusus bagi perekonomian Indonesia saat menunaikan ibadah haji bulan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan membawa doa khusus bagi perekonomian Indonesia saat menunaikan ibadah haji bulan ini. Ia berharap pertumbuhan ekonomi nasional terus menguat dan kesejahteraan masyarakat meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

“Doanya pertumbuhan ekonomi makin cepat. Doa supaya ekonomi bagus terus, makin kuat. Tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,” ujar Purbaya dalam Bincang Bareng Media di Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/5/2026) sore.

Baca Juga

Purbaya mengatakan, rencananya akan berangkat ke Tanah Suci pada 21 Mei 2026, meski jadwal tersebut masih menunggu kepastian. Saat ini ia mulai mempersiapkan diri, termasuk mengikuti pembekalan terkait tata cara ibadah haji.

“Nanti malam mau latihan, katanya mau dituntun gimana cara melakukan haji yang baik,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.

Purbaya menilai capaian tersebut menjadi sinyal ekonomi Indonesia mulai keluar dari tren pertumbuhan di kisaran lima persen. Pemerintah pun menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat terus dipacu mendekati enam persen hingga akhir tahun.

“Kalau saya bilang kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan lima persen. Sekarang 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat,” katanya.

Ia juga meminta publik tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional. Menurut dia, fundamental fiskal Indonesia masih cukup kuat dengan defisit APBN yang tetap dijaga di bawah tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Fiskal kita bagus, defisit terkendali. Dibanding banyak negara di Asia dan dunia, kita ini termasuk kuat,” ujar Purbaya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti sebelumnya menyebut konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini. Daya beli masyarakat dinilai tetap terjaga, didukung momentum libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idulfitri.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 salah satunya ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” kata Amalia.

Konsumsi rumah tangga memberi andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni 2,94 persen. Selain itu, berbagai stimulus pemerintah seperti pemberian THR, diskon tiket transportasi, hingga stabilitas suku bunga turut menopang aktivitas belanja masyarakat.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement