REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — CapCut, solusi penyuntingan video terpadu, terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi digital di Indonesia. Dengan menghadirkan berbagai fitur penyuntingan lengkap hingga templat siap pakai, CapCut memudahkan masyarakat menghasilkan konten berkualitas tanpa memerlukan keahlian profesional.
Sejalan dengan upaya tersebut, CapCut menghadirkan ruang bagi kreator untuk berkarya dan mengembangkan potensi ekonomi melalui berbagai inisiatif, salah satunya kompetisi terbuka bertajuk #CapCutGala2026 yang mengajak kreator membagikan karya terbaik mereka. CapCut juga menggelar malam penghargaan CapCut Gala 2026 pada akhir April lalu untuk mengapresiasi 21 kreator terbaik serta merayakan kontribusi komunitas kreator terhadap industri kreatif nasional.
Upaya CapCut dalam memberdayakan kreator sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital. Sebagai salah satu negara dengan perkembangan ekosistem kreator yang pesat, sektor ekonomi kreatif Indonesia menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja pada 2025, meningkat dari 26,48 juta pada tahun sebelumnya. Jumlah tersebut setara dengan 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.
Kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024 mencapai Rp 1.611,2 triliun atau 7,28 persen, yang menegaskan peran sektor ini sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional.
Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat sektor ini mencakup 17 subsektor, termasuk film, animasi, video, aplikasi, dan konten digital yang terus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan platform digital. CapCut hadir membuka akses lebih luas bagi kreator lokal untuk berkarya, berkolaborasi, serta memperkuat posisinya dalam rantai nilai ekonomi kreatif yang berkelanjutan.