Selasa 05 May 2026 17:48 WIB

Menkeu: Belanja Program Makan Bergizi Gratis Dipastikan Lebih Efisien

Program MBG terus berjalan dengan fokus pada penggunaan anggaran yang tepat.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun (kiri), Deputi Bidang Perekonomian Kementerian Sekretariat Negara Satya Bhakti Parikesit (kedua kiri) dan Staf Ahli Bidang Pengembangan, Produktivitas, dan Daya Saing Ekonomi Menko Perekonomian Evita Manthovani (kanan) memimpin Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) di Aula Junada Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun (kiri), Deputi Bidang Perekonomian Kementerian Sekretariat Negara Satya Bhakti Parikesit (kedua kiri) dan Staf Ahli Bidang Pengembangan, Produktivitas, dan Daya Saing Ekonomi Menko Perekonomian Evita Manthovani (kanan) memimpin Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) di Aula Junada Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belanja untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan lebih cermat dan efisien. Belanja yang lebih efisien tersebut, lanjut dia, adalah dengan mencermati kebutuhan belanja yang tepat, agar salah satu program strategis pemerintah tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Ini program yang terus berjalan. Kita pastikan lagi belanjanya lebih efisien,” kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga

Lebih lanjut, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa realisasi anggaran untuk program MBG hingga 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp55,34 triliun atau 16,5 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk program ini yakni sebesar Rp335 triliun.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat MBG turut memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I 2026.

Berdasarkan laporan kontribusi MBG antara lain tercermin dari komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), seiring pembangunan infrastruktur penunjang bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut BPS, penambahan jumlah SPPG juga turut memberikan dampak positif terhadap PMTB karena adanya aktivitas konstruksi fisik.

Selain itu, investasi SPPG pun dicatat sebagai bagian dari belanja modal, baik untuk pembangunan dapur maupun penyediaan peralatan pendukung.

Secara keseluruhan, BPS mencatat PMTB menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 1,79 persen.

Komponen ini juga tercatat tumbuh 5,96 persen, didorong oleh investasi pemerintah, termasuk pembangunan program prioritas nasional, serta investasi swasta. Adapun kontribusi PMTB terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 28,29 persen.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement