Selasa 05 May 2026 16:10 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, Ini Strategi Keuangan Pendidikan Anak yang Perlu Disiapkan

Biaya sekolah terus naik, orangtua perlu strategi finansial jangka panjang sejak dini

Siswa dan siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo, Jawa Timur, sedang belajar desain grafis, berkegiatan, Kamis (16/4/2026)
Foto: Fuji E Permana/Republika
Siswa dan siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo, Jawa Timur, sedang belajar desain grafis, berkegiatan, Kamis (16/4/2026)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebentar lagi, tahun ajaran baru 2026/2027 akan dimulai. Bagi para ibu, momen ini identik dengan meningkatnya kebutuhan pengeluaran rumah tangga, mulai dari pembelian seragam, perlengkapan sekolah, hingga biaya administrasi pendidikan. Namun, di balik kebutuhan jangka pendek tersebut, terdapat aspek yang kerap terabaikan, yakni kesiapan finansial jangka panjang untuk pendidikan anak.

Persiapan tidak hanya sebatas biaya daftar ulang tahun ini, tetapi juga perencanaan pembiayaan hingga jenjang perguruan tinggi.

Baca Juga

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa uang pangkal sekolah rata-rata naik 10–15 persen per tahun. Artinya, biaya masuk sekolah dasar (SD) saat ini berpotensi meningkat berlipat ketika anak memasuki jenjang sekolah menengah atas (SMA), bahkan perguruan tinggi. Jika hanya mengandalkan tabungan konvensional, dana yang dikumpulkan dalam jangka panjang berisiko tidak mencukupi.

Agar pengelolaan keuangan pendidikan lebih optimal, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua:

Pertama, memastikan dokumen dan administrasi sekolah lengkap sejak awal guna menghindari biaya tambahan akibat keterlambatan proses pendaftaran.

Kedua, membangun kembali rutinitas anak sebelum hari pertama sekolah untuk meminimalkan potensi gangguan aktivitas yang dapat berdampak pada produktivitas keluarga.

Ketiga, menyiapkan kondisi mental anak sebagai bagian dari investasi nonfinansial yang turut memengaruhi keberhasilan proses pendidikan.

Keempat, memisahkan pos dana pendidikan dari tabungan harian. Langkah ini penting untuk menjaga disiplin pengelolaan keuangan serta mencegah penggunaan dana pendidikan untuk kebutuhan konsumtif lainnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement