Selasa 05 May 2026 15:35 WIB

Lega Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya: Kutukan 5 Persen Terlewati

Lonjakan konsumsi dan belanja pemerintah dorong pertumbuhan lebih tinggi.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perekonomian Indonesia mencatatkan kinerja positif pada awal tahun. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui tren yang selama ini bertahan di kisaran 5 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian tersebut sebagai titik balik penting. Ia menyebut Indonesia mulai keluar dari pola pertumbuhan yang selama ini sulit menembus angka 5 persen.

Baca Juga

“Sudah jelas kita bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).

Ia mengaku sempat menunggu dengan tegang sebelum data resmi diumumkan. Namun, hasil yang lebih tinggi dari perkiraan membuatnya lega. “Begitu target tercapai, saya jadi lebih tenang,” katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi 54,36 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Aktivitas belanja masyarakat dinilai tetap terjaga di tengah berbagai tekanan global.

Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan tertinggi justru berasal dari konsumsi pemerintah yang melonjak 21,81 persen pada kuartal I 2026.

“Didorong oleh pembayaran THR, belanja barang dan jasa, serta program yang disalurkan ke masyarakat,” ujar Amalia.

Ia menjelaskan, pencairan gaji ke-14 atau tunjangan hari raya (THR) serta program bantuan seperti Makan Bergizi Gratis turut memperkuat perputaran ekonomi di masyarakat.

Selain itu, investasi yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga berkontribusi terhadap pertumbuhan. Peningkatan investasi ini menunjukkan aktivitas usaha dan pembangunan yang tetap berjalan.

Capaian pada awal tahun ini memberi harapan bagi masyarakat terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi. Namun, menjaga momentum pertumbuhan agar tetap stabil sepanjang tahun menjadi pekerjaan berikutnya bagi pemerintah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement