REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki andil dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Amalia menyampaikan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 terhadap kuartal I 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen (yoy).
"Kami mencermati memang cukup banyak proyek-proyek strategis nasional yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan PMTB (pembentukan modal tetap bruto) pada kuartal I 2026," ujar Amalia dalam konferensi pers terkait pertumbuhan ekonomi di kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Amalia mengatakan sejumlah program strategis pemerintah tersebut meliputi pembangunan fisik, pembelian mesin, peralatan, kendaraan, Gerai Kopdes Merah Putih, pembangunan MRT dengan investasi fisik lebih dari Rp 25 triliun, hingga program-program infrastruktur, konektivitas, dan swasembada pangan. Dia juga mencermati adanya pembangunan fisik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang cukup masif.
"Pertumbuhan jumlah SPPG ini memberikan dampak positif terhadap PMTB karena ada konstruksi fisik di situ. Pada kuartal I 2026, sampai Maret 2026 terhadap Desember 2025 terjadi penambahan SPPG baru sebanyak 6.737 unit," sambung Amalia.
Selain program strategis nasional, BPS mencatat kontribusi besar dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 berasal dari lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,81 persen.
Amalia menyebut sejumlah faktor yang menyumbang pertumbuhan komponen PK-P antara lain realisasi pembayaran gaji ke-14 atau THR, gaji dari penambahan ASN baru, percepatan pembayaran tunjangan tenaga pendidik non-PNS, serta peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah pada kuartal I 2026.
"Pertanyaannya konsumsi PK-P paling tinggi, tumbuh 21,81 persen, tapi kontribusinya hanya 6,72 persen, alasannya kenapa? Jadi kalau kita lihat PDB Indonesia ini, secara nilainya paling banyak itu ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan PMTB, karena porsi atau share-nya memang paling banyak dari sisi nilai PDB," kata Amalia.