REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 pada Selasa (5/5/2026) pukul 11.00 WIB. BPS juga akan merilis data Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026 dan Indeks Ketimpangan Gender 2025.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi, bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menanggapi pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp 17.400-an per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Bank Sentral memastikan akan melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah melalui berbagai intervensi.
“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
Erwin menerangkan, pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya. Ia mencatat, Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, India Rupee melemah 4,32 persen, Chile Peso terkoreksi 4,24 persen, kemudian Indonesia Rupiah melesu 3,65 persen, dan Korea Won terkoreksi 2,29 persen.
“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward(DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,” terangnya.
Erwin menegaskan, BI berkomitmen untuk selalu hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi juga dibuka melemah 3,38 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.968,57. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,80 poin atau 0,12 persen ke posisi 673,76.