REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Iran diduga mulai mengurangi jumlah produksi minyak akibat blokade yang diberlakukan Angkatan Laut Amerika Serikat, menurut laporan Bloomberg dengan mengutip pejabat senior. Teheran memangkas produksi minyak sebagai langkah pencegahan agar kapasitas penyimpanan tidak penuh, daripada menunggu tangki terisi maksimal.
Namun, Bloomberg tidak menyebut secara rinci asal negara pejabat yang menyampaikan informasi tersebut.
Masih menurut kantor berita swasta Amerika Serikat yang berfokus pada isu ekonomi itu, para insinyur Iran mampu menutup sumur-sumur minyak dan tetap dapat melanjutkan kegiatan produksi tanpa menimbulkan kerusakan serius.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang. AS dan Iran kemudian mengumumkan gencatan senjata sejak 8 April, yang dilanjutkan dengan negosiasi yang dimediasi di Islamabad, Pakistan.
Pada Jumat (1/5/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim surat kepada Kongres AS dan mengumumkan berakhirnya permusuhan terhadap Iran. Trump mengatakan pasukan Amerika tetap berada di wilayah tersebut guna mencegah potensi ancaman dari Iran.