REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) yang dinilai berhasil menjaga pasokan pupuk di tengah gejolak geopolitik global.
Menurut Hashim, pada saat banyak negara menghadapi gangguan pasokan, Indonesia justru berada dalam posisi relatif aman. Bahkan, sejumlah negara melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
“Kita beruntung karena kerja keras dan persiapan dari jajaran Pupuk Indonesia,” kata Hashim dalam acara Economic Briefing 2026 dikutip pada Sabtu(30/4/2026).
Hashim mengatakan, banyak negara tetangga telah meminta pasokan pupuk dari Indonesia, khususnya untuk urea. “Banyak negara tetangga kita yang meminta bantuan, khususnya pupuk,”kata dia.
Salah satunya adalah Australia yang berencana mengimpor urea dari Indonesia sebanyak 250 ribu ton. Selain itu, permintaan datang dari India yang disebut membutuhkan hingga 500 ribu ton, serta beberapa negara lainnya.
“Misalnya Australia 250 ribu ton urea dan India juga meminta ya, saya baca 500 ribu ton. Lalu ada berbagai negara lainnya juga meminta. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam hal urea kita cukup beruntung,” kata dia.