Ahad 03 May 2026 08:04 WIB

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Bahlil

Langkah strategis dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Foto: ESDM
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan minyak mentah atau crude dari Rusia segera masuk ke Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.

Saat ditemui selepas menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Bahlil menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan ketersediaan seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Baca Juga

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujar Bahlil, Sabtu (2/5/2026).

Namun, Bahlil tidak menjelaskan lebih rinci volume impor minyak mentah Rusia yang akan segera masuk ke Indonesia tersebut maupun kilang yang nantinya akan mengolah crude tersebut di dalam negeri.

Ia mengatakan pemerintah fokus memastikan ketersediaan berbagai jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan berbagai angka oktan, di tengah kondisi global yang masih bergejolak.

Menurut dia, dalam situasi geopolitik global saat ini, negara harus mengutamakan keamanan pasokan energi sebelum mengambil langkah lanjutan terkait kebijakan energi lainnya.

“Dalam kondisi seperti ini, negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” ujarnya.

Terkait mekanisme dan harga impor minyak mentah Rusia, Bahlil menyebut kepastian tersebut merupakan ranah business to business (B2B).

Selain minyak mentah, pemerintah juga membuka peluang impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia. Namun, menurut Bahlil, rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan.

Meski demikian, ia memastikan stok LPG nasional saat ini masih berada di atas batas minimum nasional.

“Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional,” ucap Bahlil.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement