REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU— Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu sukses menyelenggarakan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang berlangsung di Hotel Two K Azana Style Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam mempertemukan pelaku usaha, pemangku kebijakan, serta pemimpin organisasi untuk membahas peluang investasi dan penguatan ekonomi daerah.
Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan Forbisda bukan sekadar forum diskusi, melainkan langkah nyata untuk memperkuat konektivitas antar pelaku usaha di Bengkulu.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah, dan stakeholder lainnya dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Forbisda ini menjadi ruang bertemunya ide, peluang, dan kolaborasi. HIPMI Bengkulu ingin memastikan bahwa pengusaha daerah mampu naik kelas dan menjadi bagian dari arus utama pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Sementara itu, kehadiran Ade Jona Prasetyo sebagai Calon Ketua Umum BPP HIPMI Masa Bakti 2026–2029 memberikan semangat tersendiri bagi peserta. Dalam pemaparannya, dia menyampaikan visi untuk memperkuat peran HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi nasional berbasis daerah.
“HIPMI harus menjadi rumah besar bagi pengusaha muda yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan global. Kita ingin membangun konektivitas bisnis dari daerah ke nasional, bahkan hingga ke tingkat internasional,” ungkapnya.
Forum ini juga menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya. Ketua ASKI, Irsan Yumenk, membahas potensi besar komoditas kopi Indonesia, khususnya Bengkulu, sebagai salah satu unggulan ekspor yang perlu didorong melalui hilirisasi dan branding global.