REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja industri asuransi menunjukkan penguatan di tengah dinamika ekonomi. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp762 miliar sepanjang 2025.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring perbaikan kinerja operasional dan penguatan fundamental perusahaan. Laba yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp711 miliar, naik dari Rp402 miliar pada tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana mengatakan, kinerja ini mencerminkan ketahanan bisnis di tengah tekanan ekonomi. Menurut dia, pengelolaan risiko yang disiplin menjadi salah satu faktor utama penopang pertumbuhan.
“Capaian ini mencerminkan fundamental keuangan Perseroan yang kuat serta pengelolaan risiko yang disiplin,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Hal itu terlihat dari rasio Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 410,90 persen, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan sebesar 120 persen.
Dari sisi pendapatan, jasa asuransi tercatat sebesar Rp9,11 triliun, meningkat dari Rp7,46 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara hasil jasa asuransi naik menjadi Rp1,02 triliun.
Kinerja investasi juga menunjukkan peningkatan, dengan hasil investasi konsolidasian mencapai Rp723 miliar, naik dari Rp458 miliar. Perseroan menilai capaian ini mencerminkan strategi pengelolaan portofolio yang adaptif terhadap dinamika pasar.
Penguatan juga terlihat dari sisi likuiditas, dengan saldo kas konsolidasian mencapai Rp735 miliar. Kondisi ini didukung arus kas operasional yang positif serta optimalisasi pengelolaan kas.
Selain itu, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp10,17 triliun, sejalan dengan peningkatan laba dan upaya memperkuat struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 April 2026, perseroan juga menetapkan perubahan susunan pengurus sebagai bagian dari penguatan tata kelola ke depan.