Rabu 29 Apr 2026 13:03 WIB

Investigasi Taksi Green SM, Kemenhub Siap Kasih Sanksi Tegas

Dudy berharap masyarakat bisa bersabar menunggu tim investigasi bekerja.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Israr Itah
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak  akibat tertabrak KRL Commuter di Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi juga mencakup keterlibatan taksi asal Vietnam, Green SM, yang mogok perlintasan sebidang dan diduga menjadi pemicu awal insiden.
Foto: Republika/Prayogi
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak akibat tertabrak KRL Commuter di Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi juga mencakup keterlibatan taksi asal Vietnam, Green SM, yang mogok perlintasan sebidang dan diduga menjadi pemicu awal insiden.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan audit investigasi terhadap pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat. Dudy menyampaikan audit investigasi yang meliputi aspek operasional, aspek teknis, dan sumber daya manusia (SDM) masih berlangsung hingga saat ini.

"Kami ingin memastikan betul bagaimana perusahaan tersebut dalam memberikan layanan kepada publik, apakah mematuhi kaidah-kaidah keselamatan, khususnya kaidah operasional sebagai perusahaan taksi yang beroperasi untuk umum," ujar Dudy saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (28/4/2036).

Baca Juga

Dudy mengatakan tim investigasi juga akan mendalami dan melakukan proses investigasi dugaan produk cacat taksi tersebut. Dudy menyampaikan, proses penerbitan izin seharusnya telah memenuhi tahapan menyeluruh, dari mulai proses produksi, pemeriksaan, hingga uji coba.

"Jadi mengatakan itu cacat itu harus kita lihat lagi bagaimana kendaraan tersebut dari mulai produksi di pabrik sampai dengan uji tipe, uji laik jalan, dan sebagainya," kata Dudy.

Dudy berharap masyarakat bisa bersabar menunggu tim investigasi bekerja. Kemenhub, lanjut dia, akan mengumumkan ke publik hasil temuan investigasi nantinya.

"Yang perlu kami sampaikan bahwa kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan, apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang cukup serius," kata Dudy.

Sebelumnya, CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan saat ini pihaknya masih terus melalukan investigasi terkait kecelakaan mobil VinFast yang menjadi armada Green SM Indonesia yang terlibat kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam

“Saat ini investigasi masih berlangsung, sehingga kami belum dapat menyampaikan detail teknisnya,” kata Kariyanto Hardjosoemarto saat dikonfirmasi Antara, Selasa.

Menurutnya, VinFast senantiasa mengedepankan sisi keselamatan yang menjadi fondasi utama bagi mitra mereka. Oleh karena itu, pihaknya terus memberikan edukasi terhadap pengguna kendaraan VinFast di tanah Air.

“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami. Kami terus mengedukasi pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan, terutama di area berisiko seperti perlintasan kereta,” ujar dia.

Perusahaan layanan transportasi daring Green SM menggunakan varian kendaraan listrik yang diproduksi oleh VinFast. Sebab, Green SM dan VinFast masih dalam naungan Vingroup dan punya pemilik yang sama, yakni Pham Nhat Vuong, orang terkaya di Vietnam.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement