Selasa 28 Apr 2026 13:55 WIB

Sosok Miliarder Vietnam Pemilik Taksi Green SM

Dari bisnis mi instan di Ukraina hingga bangun usaha bernilai miliaran dolar AS.

Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak  akibat tertabrak KRL Commuter di Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi juga mencakup keterlibatan taksi asal Vietnam, Green SM, yang mogok perlintasan sebidang dan diduga menjadi pemicu awal insiden.
Foto: Republika/Prayogi
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak akibat tertabrak KRL Commuter di Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi juga mencakup keterlibatan taksi asal Vietnam, Green SM, yang mogok perlintasan sebidang dan diduga menjadi pemicu awal insiden.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Dari bisnis mi instan di Ukraina hingga membangun kerajaan usaha bernilai miliaran dolar AS, Pham Nhat Vuong menjelma menjadi orang terkaya di Vietnam. Kini, konglomerat pemilik Vingroup itu memperluas pengaruhnya lewat bisnis kendaraan listrik dan layanan taksi Green SM.

Unit utama grup ini meliputi produsen kendaraan listrik VinFast, pengembang properti Vinhomes, dan jaringan hotel Vinpearl. VinFast telah menjadi produsen EV terbesar di Vietnam berdasarkan pangsa pasar, dengan pabrik di luar negeri di India dan Indonesia.

Baca Juga

Pada 2023, ia membawa VinFast melantai di bursa melalui pencatatan SPAC di Nasdaq. Vinpearl terdaftar di Bursa Efek Ho Chi Minh pada Mei 2025.

Operator stasiun pengisian daya V-Green dipisahkan dari VinFast pada 2024, dan menginvestasikan lebih dari 400 juta dolar AS selama dua tahun ke depan untuk membangun infrastruktur pengisian daya di seluruh negeri.

Akhir 2025 lalu, VinFast menginvestasikan 1 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas produksi EV di Indonesia di tengah booming EV di negara ekonomi terbesar Asia Tenggara itu.

Dengan investasi terbarunya, perusahaan berencana meningkatkan kapasitas pabrik Subang yang terletak sekitar 120 kilometer tenggara Jakarta, tujuh kali lipat menjadi 350.000 EV per tahun ketika beroperasi penuh, kata perusahaan yang terdaftar di New York tersebut dalam pernyataan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

"Dengan pabrik Subang yang kini resmi beroperasi, VinFast telah menyelesaikan salah satu ekosistem kendaraan listrik yang paling komprehensif dan terintegrasi di Indonesia, menegaskan kembali komitmen kami terhadap kemitraan jangka panjang dan penciptaan nilai bersama dengan negara ini," kata CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau dalam pernyataan dilansir dari laman Forbes.

VinFast telah menginvestasikan 300 juta dolar AS di pabrik seluas 171 hektare yang selesai dibangun hanya 17 bulan setelah peletakan batu pertama. Dengan investasi baru ini, perusahaan juga berencana meningkatkan kandungan lokal untuk mobil yang diproduksi di pabrik tersebut menjadi 80 persen mulai 2030, sekaligus menciptakan hingga 15.000 lapangan kerja pada kapasitas penuh. Selain model EV saat ini, pabrik tersebut juga akan merakit sepeda motor listrik dan MPV listrik komersial yang akan diluncurkan pada 2026.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi