Rabu 22 Apr 2026 22:21 WIB

Presiden Restui Ekspor Urea ke Australia, InI Kesiapan Pasokan Pupuk Indonesia

Produksi urea nasional ada 7,8 juta ton dengan kebutuhan sekitar 6,3 juta ton.

Pekerja mengangkut pupuk di gudang Lini III Pupuk Indonesia, Awipari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (22/9/2025). Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam tahun 2025 secara nasional dalam kondisi aman dengan ketersedian stok pupuk jenis Urea, NPK Form biasa, NPK Kakao, ZA, dan Organik mencapai 1.496.877 ton.
Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Pekerja mengangkut pupuk di gudang Lini III Pupuk Indonesia, Awipari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (22/9/2025). Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam tahun 2025 secara nasional dalam kondisi aman dengan ketersedian stok pupuk jenis Urea, NPK Form biasa, NPK Kakao, ZA, dan Organik mencapai 1.496.877 ton.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menerima telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, untuk membahas persetujuan ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap awal sebagai bagian penguatan kerja sama perdagangan.

"Dalam komunikasi tersebut, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Selasa(21/4/2026).

Baca Juga

Selain Australia, pemerintah Indonesia juga merencanakan ekspor pupuk urea ke sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Thailand dan Brasil. Total komitmen ekspor pupuk urea tersebut mencapai kurang lebih satu juta ton, yang menjadi bagian dari upaya memperluas pasar global bagi produk pupuk nasional.

Berdasarkan data Menteri Pertanian, total produksi urea nasional tercatat sebesar 7,8 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri berada di angka sekitar 6,3 juta ton. Dengan selisih produksi tersebut, pemerintah menilai ekspor masih dapat dilakukan tanpa mengganggu ketersediaan pupuk di dalam negeri.

"Langkah ini diharapkan tetap menjaga ketahanan pasokan domestik sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global," kata Teddy.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sektor industri pupuk serta memperluas kerja sama ekonomi dengan berbagai negara mitra.

photo
Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa (21/4/2026) sore. - (istimewa)

Pasokan pupuk

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan pasokan dan produksi untuk mendukung rencana pemerintah mengekspor pupuk urea ke Australia. Hal ini disampaikan menanggapi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui rencana ekspor pupuk urea ke Australia sebanyak 250 ribu ton. 

“Kami memastikan kesiapan dari sisi produksi maupun pasokan untuk mendukung rencana pemerintah. Kapasitas yang kami miliki memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menangkap peluang ekspor,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, pada Rabu (22/4/2026). 

Rahmad mengatakan kapasitas produksi urea Pupuk Indonesia mencapai 9,4 juta ton per tahun. Pada 2026, produksi diproyeksikan mencapai 7,8 juta ton, dengan kebutuhan domestik yang diperkirakan sekitar 6,3 juta ton.

photo
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi mendukung komitmen global dalam Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk mengurangi emisi karbon dunia atau 28th Conference of Parties (COP28). - (Pupuk Indonesia)

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement