Rabu 22 Apr 2026 16:34 WIB

Purbaya: APBN Tanggung Cicilan Koperasi Rp40 Triliun, Skema Lain Masih Dikaji

Anggaran besar disiapkan untuk mendukung koperasi, namun skema pendanaan masih dikaji

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Petugas memarkir mobil pikap operasional yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada pendistribusian tahap pertama di KDMP Desa Pasirharjo, Blitar, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). Kodim 0808/Blitar mulai mendistribusikan 50 unit mobil pikap operasional untuk 50 unit KDMP dari jumlah total sebanyak 269 unit KDMP di wilayah kerjanya.
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Petugas memarkir mobil pikap operasional yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada pendistribusian tahap pertama di KDMP Desa Pasirharjo, Blitar, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). Kodim 0808/Blitar mulai mendistribusikan 50 unit mobil pikap operasional untuk 50 unit KDMP dari jumlah total sebanyak 269 unit KDMP di wilayah kerjanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyiapkan anggaran untuk mendukung program koperasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, dari sisi APBN, negara menanggung cicilan sekitar Rp40 triliun per tahun.

“Yang saya bayar ke koperasi hanya cicilan sekitar Rp40 triliun per tahun. Yang lain saya belum tahu, nanti saya pastikan,” ujarnya usai Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikan di tengah mulai munculnya berbagai rincian program koperasi, termasuk kebutuhan operasional di lapangan dan sumber pembiayaannya.

Isu soal gaji manajer koperasi juga ikut mencuat. Namun, Purbaya belum memastikan apakah komponen tersebut akan ditanggung negara atau tidak.

Ia menegaskan, skema di luar cicilan masih akan dibahas lebih lanjut.

Di sisi lain, pemerintah tetap berhati-hati dalam mengelola anggaran. Program koperasi diharapkan bisa mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di tingkat bawah.

Namun, kejelasan skema pendanaan dinilai penting agar pelaksanaannya tidak menambah beban keuangan negara.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement