Rabu 22 Apr 2026 10:10 WIB

Di Tanah Air Satu Posisi Diperebutkan 12 Orang, Lowongan Kerja Luar Negeri Lebih Terbuka

Persaingan kerja makin sengit saat jumlah lowongan jauh di bawah pencari kerja.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
Sejumlah pencari kerja mengunjungi salah satu stan perusahaan dalam acara Jakarta Jobfair di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025). Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar Jakarta Jobfair 2025 di dua titik yakni di GOR Pasar Minggu dan GOR Soemantri yang berlangsung pada 16-17 Juli. Jakarta Jobfair tersebut diikuti oleh sebanyak 40 perusahaan dengan membuka sekitar 2.000 lapangan pekerjaan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Sejumlah pencari kerja mengunjungi salah satu stan perusahaan dalam acara Jakarta Jobfair di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025). Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar Jakarta Jobfair 2025 di dua titik yakni di GOR Pasar Minggu dan GOR Soemantri yang berlangsung pada 16-17 Juli. Jakarta Jobfair tersebut diikuti oleh sebanyak 40 perusahaan dengan membuka sekitar 2.000 lapangan pekerjaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan di pasar tenaga kerja kian ketat. Sepanjang kuartal I 2026, satu lowongan pekerjaan diperebutkan sekitar 12 pencari kerja. Kondisi ini mencerminkan ketimpangan antara kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan lapangan kerja.

Tingginya tekanan juga tercermin dari besarnya aktivitas pencarian kerja. Pada Maret 2026, jumlah pengguna kategori jasa dan lowongan kerja di OLX mencapai sekitar 954 ribu, atau meningkat 46 persen dibanding Januari 2026.

Baca Juga

Namun, lonjakan tersebut belum diimbangi ketersediaan pekerjaan. Sepanjang kuartal I 2026, jumlah pencari kerja mencapai lebih dari 523 ribu orang, sementara lowongan yang tersedia hanya sekitar 43 ribu posisi.

Ketatnya persaingan tidak lepas dari bertambahnya jumlah pencari kerja. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 8.389 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang kuartal I 2026.

Di sisi lain, tren pencarian kerja juga meningkat, termasuk setelah periode Lebaran yang mencatat lonjakan signifikan. Hal ini mempertegas tingginya kebutuhan masyarakat terhadap peluang kerja.

Struktur pasar kerja pun belum banyak berubah. Posisi administrasi menjadi yang paling banyak dilamar, disusul marketing/sales, freelance, pengemudi, hingga SPG/SPB. Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja juga didominasi posisi serupa, menunjukkan perputaran pasar kerja masih terkonsentrasi pada jenis pekerjaan yang sama.

Dari sisi wilayah, peluang kerja masih terkonsentrasi di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Bali. Sementara pencari kerja terbanyak berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan. Salah satunya melalui bursa kerja daring.

Direktur OLX Agung Iskandar mengatakan proses rekrutmen perlu dibuat lebih cepat agar pencari kerja dapat segera terserap. “Melihat dinamika pasar tenaga kerja yang terus berkembang, tahun ini OLX menggelar OLX Job Fair Online dengan kemudahan 3C: cari lowongan pekerjaan, langsung chat, dan kirim CV. Hal ini memangkas proses rekrutmen yang terlalu lama,” ujarnya dalam keterangan, Senin (20/4/2026) lalu.

Bursa kerja daring tersebut digelar pada 11-26 April 2026 dengan menghadirkan lebih dari 1.300 lowongan kerja cepat, sekitar 1.200 posisi yang paling banyak dicari, serta lebih dari 800 peluang kerja lepas.

Kondisi ini menunjukkan persoalan pasar tenaga kerja tidak hanya pada akses informasi, tetapi juga keterbatasan penciptaan lapangan kerja baru. Tanpa penguatan sektor riil, ketimpangan antara pencari kerja dan peluang kerja berpotensi berlanjut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement