Kamis 16 Apr 2026 15:31 WIB

Dari Jepang, Dosen Unmuh Kembangkan RFID Tanpa Baterai untuk Pantau Lahan Petani Real-Time

Teknologi ini mengintegrasikan sistem pemantauan dan pelacakan dalam 1 perangkat.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi teknologi RFID untuk pertanian
Foto: tangkapan layar
Ilustrasi teknologi RFID untuk pertanian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi pertanian kini memasuki fase baru, di mana efisiensi tidak lagi hanya bergantung pada tenaga manusia, tetapi juga pada kecerdasan sistem yang mampu bekerja secara mandiri.

Di tengah kebutuhan akan pertanian modern yang semakin presisi, inovasi menjadi kunci untuk menjawab tantangan produksi, efisiensi, dan kualitas hasil panen.

Baca Juga

Seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember, Dr.Eng Danang Kumara Hadi, menghadirkan terobosan teknologi yang berpotensi mengubah cara petani memantau lahan mereka.

Melalui riset yang dilakukan di Ibaraki University, Jepang, ia mengembangkan sensor berbasis Ultra-High Frequency Radio Frequency Identification (UHF RFID) tanpa baterai.

Teknologi ini bukan sekadar pengembangan biasa, tetapi menawarkan pendekatan baru dalam integrasi sistem pemantauan dan pelacakan dalam satu perangkat.

Berbeda dengan RFID konvensional yang umumnya hanya digunakan untuk identifikasi barang, inovasi ini mampu melakukan dua fungsi sekaligus.

Satu perangkat kecil dapat melacak posisi sekaligus mendeteksi kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan secara real-time.

Yang membuatnya lebih menarik, seluruh sistem bekerja tanpa baterai.

Perangkat ini memanfaatkan energi dari gelombang radio untuk beroperasi, sehingga tidak memerlukan perawatan rutin seperti penggantian baterai.

Pendekatan ini menjadikan teknologi tersebut lebih praktis dan efisien, terutama untuk penggunaan dalam jumlah besar di sektor pertanian.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement