Rabu 15 Apr 2026 15:03 WIB

Iran Siapkan Aturan Khusus Kapal di Selat Hormuz

Pemerintah Iran tegaskan kedaulatan atas jalur pelayaran vital dunia.

Sebuah gambar yang diambil dengan drone menunjukkan kapal tanker kimia dan minyak Flyoz yang terdaftar di Malta sedang mengirim ke unit penyimpanan gas dan bahan bakar di Terminal Navigator di Grays, Inggris, pada 14 April 2026.
Foto: EPA
Sebuah gambar yang diambil dengan drone menunjukkan kapal tanker kimia dan minyak Flyoz yang terdaftar di Malta sedang mengirim ke unit penyimpanan gas dan bahan bakar di Terminal Navigator di Grays, Inggris, pada 14 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iran berencana memberlakukan aturan khusus lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Hal itu dikatakan juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani kepada RIA Novosti, Rabu (15/4/2026).

"Selat Hormuz adalah aset strategis negara kami. Seperti halnya aset yang digunakan sebagai alat tawar dalam hubungan dengan negara lain, perlu dibuat aturan khusus," kata Mohajerani.

Baca Juga

Ia menegaskan Iran akan menggunakan semua cara yang diperlukan agar kepentingan nasionalnya terkait kedaulatan atas Selat Hormuz dihormati.

Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat memulai perundingan di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Sehari kemudian, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan kedua pihak gagal mencapai kesepakatan dan delegasi AS kembali tanpa hasil.

Pada hari yang sama, Trump juga mengumumkan bahwa AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat kapal yang membayar pungutan kepada Iran untuk melintas di jalur pelayaran tersebut.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement