REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyampaikan laporan kinerja tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perseroan mencatatkan laba usaha mencapai lebih dari Rp 180 miliar, dengan pembagian total dividen sebesar Rp41,6 miliar.
“Sepanjang 2025, perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,121 triliun dengan laba bersih tahun berjalan Rp180,19 miliar,” ungkap Komisaris Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Irfan Setiaputra dalam konferensi pers RUPST PJAA di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026).
Dengan besaran laba yang diperoleh sepanjang 2025 tersebut, perseroan memutuskan untuk membagikan dividen, berdasarkan hasil persetujuan dari sekitar 99 persen atau hampir 100 persen para pemegang saham, yakni sekitar Rp26 per lembar saham.
“RUPS menyetujui pembayaran dividen sebesar Rp26,05 per lembar saham yang totalnya mencapai Rp41,6 miliar atau 23,3 persen dari laba bersih,” ungkapnya.
Irfan menerangkan, hasil RUPST juga menunjuk Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, menggantikan Winarto yang mengundurkan diri pada Senin (13/4/2026), atau satu hari sebelum RUPST.
“RUPST juga menyetujui susunan pengurus perseroan untuk memperkuat strategi bisnis ke depan,” tuturnya.
Tanggapi tantangan global
Irfan melanjutkan, dalam RUPST tersebut, PJAA juga membahas langkah perseroan ke depan dalam mengantisipasi situasi tekanan ekonomi dan tingginya ketidakpastian global. Mengingat Ancol bergerak di sektor hiburan, yang berpotensi terpukul oleh dinamika global yang semakin penuh dengan ketidakpastian.
“Kami akan terus memperhatikan beberapa hal terkait dengan pertumbuhan Ancol ke depan dan bagaimana membuat Ancol menjadi sebuah destinasi wisata, baik untuk masyarakat Jakarta maupun masyarakat di luar Jakarta. Selain sebagai tempat destinasi hiburan, juga menjadi destinasi pendidikan. Oleh sebab itu, kami memastikan bahwa wajah Ancol yang lebih kekinian bisa dimunculkan,” terangnya.
Ancol dipastikan akan semakin berinovasi, terutama dalam waktu dekat menyongsong usia Jakarta yang ke-500 tahun pada 2027.
Pengunjung Ancol ditargetkan tidak hanya masyarakat Jakarta dan luar Jakarta, tetapi juga masyarakat asing.
“Terutama dikaitkan dengan ulang tahun ke-500 Jakarta tahun depan, permintaan Pak Gubernur (Pramono Anung) sebagai pemegang saham utama sangat clear, untuk menjadikan Ancol lebih maju, lebih meriah, dan menjadi wajah Jakarta,” ujarnya.