Selasa 14 Apr 2026 02:47 WIB

RI Buka Peluang Perluas Ekspor di Tengah Sulitnya Distribusi Pupuk Dunia

Situasi global dinilai mendorong kenaikan harga pupuk.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi kuat untuk menjadi daerah percontohan
Foto: Kementan
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi kuat untuk menjadi daerah percontohan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meningkatnya permintaan pupuk global di tengah gangguan distribusi internasional dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas ekspor, khususnya untuk komoditas urea.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah negara mulai mencari pasokan pupuk dari Indonesia seiring terganggunya rantai distribusi global. Negara seperti India, Australia, dan Filipina disebut telah menunjukkan minat untuk mengimpor pupuk dari Indonesia.

Baca Juga

“Kondisi ini membuat banyak negara di dunia kini membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia,” ujar dia lewat keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Gangguan distribusi tersebut turut mendorong kenaikan harga pupuk global dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan tekanan pada sisi pasokan di pasar internasional. Di sisi industri, produsen pupuk nasional melihat situasi global saat ini justru membuka ruang bagi Indonesia untuk memainkan peran yang lebih besar dan strategis.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa ketahanan pasokan pupuk nasional ditopang oleh kapasitas produksi yang kuat, dengan total mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk Urea sebesar 9,4 juta ton.

Kapasitas tersebut  dinilai memberikan fleksibilitas bagi Indonesia untuk merespons peluang ekspor tanpa mengganggu pasokan pupuk di dalam negeri. “Di tengah dinamika global yang menekan pasokan di banyak negara, sektor pupuk justru menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih kuat. Dari 9,4 juta ton total kapasitas produksi urea, kita bisa ekspor antara 1,5 sampai 2 juta ton tergantung dari kebutuhan dalam negeri,”jelas dia.

photo
Pekerja mengangkut pupuk di gudang Lini III Pupuk Indonesia, Awipari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (22/9/2025). Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam tahun 2025 secara nasional dalam kondisi aman dengan ketersedian stok pupuk jenis Urea, NPK Form biasa, NPK Kakao, ZA, dan Organik mencapai 1.496.877 ton. - (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement