Senin 13 Apr 2026 19:13 WIB

IHSG Menguat 6,14 Persen, Ini Rekomendasi Saham Sepekan ke Depan

Sejumlah saham dinilai menarik untuk strategi trading jangka pendek.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak menguat pada perdagangan pekan 6 sampai 10 April 2026 dengan kenaikan 6,14 persen. Penguatan ini menandai pemulihan pasar setelah tekanan pada pekan sebelumnya, meski sentimen global masih belum sepenuhnya stabil.

Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menyebut rebound IHSG ditopang meredanya ketegangan geopolitik global serta kembali pulihnya minat risiko investor. “Perbaikan sentimen global cukup membantu pemulihan pasar, tetapi investor asing masih cenderung berhati-hati,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca Juga

Sepanjang pekan tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 3,3 triliun di pasar reguler. Kondisi ini menunjukkan penguatan IHSG masih banyak ditopang oleh investor domestik serta saham-saham berkapitalisasi besar.

Sejumlah saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA menjadi penggerak utama indeks. Aksi beli pada saham-saham tersebut turut mendorong penguatan lanjutan di sektor lain.

Meski demikian, pelaku pasar masih dibayangi ketidakpastian global, terutama terkait perkembangan negosiasi Amerika Serikat dan Iran yang belum menghasilkan kesepakatan final. Situasi ini berpotensi menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.

“Selama ketidakpastian global belum mereda, pasar masih akan bergerak hati-hati dan cenderung fluktuatif,” kata Hari.

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta tekanan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp 17.000 per dolar AS. Kedua faktor ini dinilai dapat memicu tekanan inflasi jangka pendek dan memengaruhi sentimen pasar.

Untuk perdagangan sepekan ke depan, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan konsolidasi. Sektor energi masih berpeluang menjadi penopang utama, seiring harga komoditas yang tetap tinggi.

Dalam kondisi tersebut, IPOT merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading jangka pendek. Di antaranya MBMA dengan area beli di 745, target 825, dan stop loss 715. Saham ENRG direkomendasikan di 1.745 dengan target 1.925 dan stop loss 1.645.

Selain itu, EXCL juga masuk radar dengan strategi beli di 3.160, target 3.550, dan stop loss 2.960. Untuk opsi lebih defensif, ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) dinilai menarik karena berisi saham-saham pembagi dividen yang cenderung lebih stabil di tengah volatilitas.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor diimbau tetap selektif dan disiplin dalam mengelola risiko. Peluang tetap terbuka, namun gejolak pasar diperkirakan belum sepenuhnya mereda.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement