Senin 13 Apr 2026 14:13 WIB

Luncurkan Loan Factory, BTN Pangkas Waktu Proses KPR

Loan Factory mengintegrasikan seluruh proses kredit dalam satu sistem terpusat.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Satria K Yudha
Peresmian BTN Loan Factory di Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026).
Foto: Dian Fath Risalah/Republika
Peresmian BTN Loan Factory di Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan kredit perumahan rakyat (KPR) menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja.

Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, Loan Factory diluncurkan sebagai mesin pertumbuhan kredit yang tetap menjaga risiko.

Baca Juga

“Kalau hanya tumbuh tanpa kualitas, itu tidak acceptable. Tapi kalau kualitas bagus tanpa pertumbuhan, itu juga tidak cukup,” kata Nixon dalam peresmian BTN Loan Factory di Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/4/2026).

Loan Factory mengintegrasikan seluruh proses kredit dalam satu sistem terpusat, mulai dari input data, verifikasi, analisis, hingga persetujuan dan pencairan. Model ini menghapus proses yang sebelumnya tersebar di cabang dan regional. BTN ingin memastikan proses kredit lebih cepat, konsisten, dan terukur.

BTN mencatat, dalam kondisi normal mampu memproses sekitar 1.000 aplikasi KPR per hari. Standardisasi proses dinilai krusial untuk menjaga kualitas keputusan kredit.

“Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Dalam skala sebesar ini, proses harus terstandardisasi,” ujar Nixon.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa menyebut integrasi ini membuat proses lebih efisien dan mudah dipantau. Tata kelola dokumen dan underwriting kini menjadi lebih rapi.

Sementara Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menilai transformasi ini memperkuat akurasi keputusan kredit. Pendekatan terpusat juga dinilai mampu menekan risiko.

BTN juga mulai memanfaatkan teknologi seperti decision engine dan kecerdasan buatan untuk mempercepat analisis. Langkah ini menjadi bagian dari evolusi sistem kredit dari desentralisasi ke sistem terpusat.

Di sisi lain, Bank Syariah Nasional (BSN) akan menjadikan Loan Factory sebagai model awal. Skema ini akan diadaptasi untuk penguatan pembiayaan syariah.

“Ini suatu inovasi di level induk kami yang memang akan kami jadikan model. Nanti beberapa learning dari BTN ini akan kami implementasikan kembali ke BSN,” ujar Wakil Direktur Utama BSN Arga M. Nugraha.

BTN berharap inovasi ini mendorong pertumbuhan kredit perumahan lebih cepat. Namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

“Pertumbuhan harus meningkat, tapi kualitas juga harus tetap terjaga,” kata Nixon.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement