Ahad 12 Apr 2026 18:25 WIB

Iran Batasi Kapal di Selat Hormuz Hanya 12 per Hari, Biaya Tembus Rp 34 Miliar per Tanker

Setiap kapal wajib mendapat izin khusus dan membayar biaya tinggi.

Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.
Foto: EPA
Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iran berencana membatasi jumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz tidak lebih dari sekitar 12 unit per hari, dengan biaya yang berpotensi mencapai hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp 34,2 miliar) per kapal tanker raksasa, demikian dilaporkan The Wall Street Journal. Menurut laporan tersebut, para pemilik kapal dari sejumlah negara tengah bernegosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) untuk dapat melintasi Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, para pemilik kapal dari sejumlah negara tengah bernegosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) untuk dapat melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga

Media tersebut juga menyebutkan bahwa sejumlah kapal yang diizinkan melintas harus melalui jalur yang telah ditentukan secara khusus serta memperoleh izin yang diperlukan.

Pada Rabu (8/4) malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Iran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum (minyak bumi), dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dunia.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement