Kamis 09 Apr 2026 18:19 WIB

Harga Avtur Naik, ALDEI Usul Sejumlah Strategi Redam Tarif Kargo Udara

Diperlukan respons cepat agar rantai pasok tetap efisien.

Pekerja membongkar muat logistik dari pesawat kargo Boeing 777 Freighter Qatar Airways di Bandara Internasional Lombok (BIL), Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (9/3/2022).
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Pekerja membongkar muat logistik dari pesawat kargo Boeing 777 Freighter Qatar Airways di Bandara Internasional Lombok (BIL), Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (9/3/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kenaikan harga avtur mendorong tarif kargo udara atau Surat Muatan Udara (SMU) naik sampai 40 persen. Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia (ALDEI) mengusulkan sejumlah langkah untuk meredam dampak lonjakan biaya logistik tersebut.

ALDEI menilai tekanan biaya ini berpotensi mengganggu distribusi barang, terutama pada sektor yang mengandalkan kecepatan pengiriman seperti e-commerce dan manufaktur. Karena itu, diperlukan respons cepat agar rantai pasok tetap efisien.

Baca Juga

Wakil Ketua Umum ALDEI Jimmi Krismiardhi mengatakan, kenaikan harga avtur langsung mendorong biaya operasional maskapai kargo yang kemudian diteruskan dalam bentuk kenaikan tarif SMU. “Hal ini tentu berdampak pada pelaku usaha, khususnya sektor e-commerce, manufaktur, dan distribusi yang mengandalkan kecepatan pengiriman udara,” kata Jimmi, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, pergeseran moda transportasi ke darat dan laut menjadi respons pasar, namun perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan hambatan baru. “Perubahan preferensi moda transportasi merupakan respons alami pasar. Namun, perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan bottleneck baru di sektor darat dan laut, terutama dalam hal kapasitas, infrastruktur, dan efisiensi distribusi,” kata Jimmi.

ALDEI merekomendasikan penguatan integrasi multimoda untuk menjaga kelancaran distribusi dan menekan biaya. Selain itu, digitalisasi logistik perlu dipercepat agar pelaku usaha memiliki visibilitas rantai pasok yang lebih baik.

Evaluasi kebijakan komponen biaya logistik, termasuk avtur, juga dinilai penting untuk menjaga daya saing industri. Insentif bagi sektor logistik menjadi salah satu opsi untuk meredam tekanan biaya dalam jangka pendek.

“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi, tantangan ini dapat diubah menjadi momentum untuk memperkuat struktur logistik nasional yang lebih adaptif, efisien, dan berdaya saing,” kata Jimmi.

ALDEI menilai, kombinasi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar lonjakan biaya tidak berujung pada gangguan distribusi dan perlambatan ekonomi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement