REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Transformasi digital PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menunjukkan hasil signifikan sepanjang tahun 2025. Perseroan mencatat total nilai transaksi digital mencapai angka fantastis sebesar Rp 1.500 triliun selama satu tahun penuh.
Pertumbuhan nilai transaksi ini diikuti oleh lonjakan frekuensi transaksi digital yang tumbuh sebesar 46 persen secara tahunan. Capaian tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah pengguna aktif pada platform internet banking serta aplikasi OCBC Mobile dan OCBC Business Mobile.
Presiden Direktur OCBC, Ibu Parwati Surjaudaja, mengungkapkan bahwa bank terus berakselerasi dalam menghadirkan solusi digital yang relevan bagi berbagai segmen nasabah. "Kami terus melakukan inovasi produk untuk memperluas relevansi, termasuk melalui peluncuran Young NYALA sebagai solusi literasi keuangan anak dan remaja," ungkap Ibu Parwati di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Menariknya, produk NYALA yang menyasar nasabah di bawah usia 17 tahun ini mendapatkan momentum positif saat perayaan hari besar. Parwati menyebut produk ini sangat diminati sebagai sarana edukasi menabung, terutama saat anak-anak menerima angpao Imlek maupun Tunjangan Hari Raya (THR).
Sementara itu, Direktur OCBC Hartati menambahkan bahwa penetrasi digital yang kuat secara langsung memperkokoh basis dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) perseroan.
"CASA kami meningkat signifikan sebesar 24 persen hingga mencapai Rp 141,1 triliun. Pertumbuhan ini terutama dikontribusikan oleh penempatan dana nasabah yang belum digunakan, sehingga rasio CASA kami naik menjadi 58 persen pada akhir tahun 2025," jelas Hartati.
Selain inovasi aplikasi, OCBC juga memperkenalkan fitur pembayaran nirsentuh (contactless) berbasis NFC untuk kartu kredit guna menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih lancar (seamless) bagi nasabah di berbagai sektor ekonomi. Untuk tahun 2026, perseroan memproyeksikan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap terjaga di level double digit.