Rabu 08 Apr 2026 17:59 WIB

AS dan Iran Gencatan Senjata, Kapan Kapal Pertamina Bisa Melintasi Selat Hormuz?

Perusahaan memprioritaskan keselamatan awak dan keamanan muatan kapal.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Kapal tanker Gamsunoro milik Pertamina International Shipping (PIS) menjalani perawatan berkala di Kuzey Star Shipyard, Tuzla, Istanbul, Turki, Jumat (25/10/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Kapal tanker Gamsunoro milik Pertamina International Shipping (PIS) menjalani perawatan berkala di Kuzey Star Shipyard, Tuzla, Istanbul, Turki, Jumat (25/10/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk dapat melintasi Selat Hormuz. Perusahaan terus memantau perkembangan di kawasan tersebut sambil menyiapkan langkah pengamanan yang diperlukan.

Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan, pihaknya saat ini gencar berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk mendukung proses pelintasan kedua kapal tersebut. Koordinasi dilakukan seiring dinamika situasi di jalur pelayaran strategis itu.

Baca Juga

“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk dapat melintasi Selat Hormuz,” kata Vega melalui pesan singkat kepada awak media di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, PIS tidak berjalan sendiri dalam menangani situasi tersebut. Perusahaan terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah, khususnya Kemlu, yang turut membuka jalur komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan proses pelintasan kedua kapal dapat dilakukan dalam kondisi aman dan terukur. PIS juga menyesuaikan langkah operasional berdasarkan perkembangan terbaru di lapangan.

“PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ujar Vega.

Di saat yang sama, PIS bersama Kemlu juga melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap situasi di sekitar jalur pelayaran tersebut. Pemantauan dilakukan selama 24 jam untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

Perusahaan juga membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz secara aman. Persiapan tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi yang dijalankan perusahaan di tengah ketidakpastian situasi kawasan.

Vega menegaskan, keselamatan awak kapal tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional yang diambil perusahaan. PIS menaruh perhatian penuh pada keamanan kapal dan muatan yang dibawa.

Menurut dia, perusahaan tidak hanya fokus pada kelancaran pelintasan, tetapi juga memastikan seluruh proses berlangsung dengan prinsip kehati-hatian agar seluruh aspek keselamatan dan keamanan tetap terjaga.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya,” jelas Vega.

PIS berharap proses yang tengah diupayakan tersebut dapat berjalan lancar. Anak usaha Pertamina itu memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar pelintasan kedua kapal dapat terselesaikan dengan baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement