Selasa 07 Apr 2026 14:32 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Jelang Tenggat Trump ke Iran soal Selat Hormuz

Gangguan jalur pelayaran vital membuat pasar energi global kembali bergejolak.

Harga minyak global naik menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka jalur pelayaran penting Selat Hormuz.
Foto: EPA
Harga minyak global naik menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka jalur pelayaran penting Selat Hormuz.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga minyak global naik menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka jalur pelayaran penting Selat Hormuz. Pada Senin, Trump mengancam akan melumpuhkan Iran “dalam satu malam” jika negara tersebut gagal mencapai kesepakatan dengan AS sebelum pukul 20.00 waktu Washington DC pada Selasa atau Rabu (00.00 GMT).

Dilansir BBC, Selasa (7/4/2026), harga minyak acuan global Brent naik sekitar 1,4 persen menjadi 111,33 dolar AS per barel, sementara minyak yang diperdagangkan di AS naik 2,8 persen menjadi 115,61 dolar AS.

Baca Juga

Pengiriman minyak dan gas dari Timur Tengah mengalami gangguan serius setelah Teheran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mencoba melintasi selat tersebut sebagai balasan atas serangan udara AS dan Israel sejak 28 Februari.

Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan ia percaya para pemimpin Iran yang “rasional” sedang bernegosiasi dengan “itikad baik”, meski hasilnya masih belum pasti.

Iran sejauh ini menolak proposal gencatan senjata sementara dan menuntut penghentian perang secara permanen serta pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.

Kenaikan harga ini menunjukkan investor menilai akan lebih sulit bagi AS mencapai kesepakatan akibat sikap keras Iran, sehingga konflik berpotensi berlangsung lebih lama, kata Ye Lin dari perusahaan riset Rystad Energy.

Sementara itu, para pelaku pasar juga mencoba menilai apakah Trump benar-benar menginginkan kesepakatan atau hanya “mengulur waktu” sembari mempersiapkan serangan yang lebih besar, ujarnya.

Menjelang tenggat Selasa, Inggris akan menjadi tuan rumah pertemuan perencana militer sekutu dan mitra untuk membahas langkah pengamanan Selat Hormuz setelah konflik berakhir.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement