Kamis 02 Apr 2026 14:46 WIB

Gobel: Jepang tidak Basa-basi Berinvestasi

Jepang dinilai bersungguh-sungguh realisasikan proyek investasi.

Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto bertemu Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, Senin (30/3/2026).
Foto: Tim Media Presiden
Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto bertemu Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, Senin (30/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), Rachmat Gobel, menegaskan bahwa Jepang sungguh-sungguh untuk mewujudkan investasinya di Indonesia. “Ini bukan basa-basi dan formalitas diplomasi karena kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Tantangannya adalah di tingkat pelaksana lapangan,” katanya, Kamis (2/4/2026).

Hal itu ia sampaikan menanggapi penandatanganan 10 memorandum of understanding (MoU) antara Jepang dan Indonesia yang terjadi di Tokyo saat Presiden Indonesia melakukan lawatan ke negara tersebut. MoU tersebut bernilai 22,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 384 trilun.

MoU tersebut adalah, pertama, antara Kaltim Methanol Industry dengan PT Pupuk Kalimantan Timur tentang produksi methanol dengan menggunakan emisi CO2 dari PKT di Bontang. Kedua, antara Inpex dengan Pertamina, berupa kerja sama strategis pengembangan lapangan gas abadi di Blok Masela.

Lalu ketiga, antara Inpex dengan Pertamina Hulu Energi tentang nota kesepahaman untuk peluang kemitraan potensial di sektor hulu migas di Indonesia dan Asia Tenggara. Keempat, antara Hayashi Kinzoku Co Ltd dengan PT Eblo Teknologi Indonesia Development tentang ekosistem semikonduktor di Indonesia dan Jepang, yang berupa desain dan manufaktur chip elektronika dan AI.

Kemudian kelima, antara Inpex dengan PT Supreme Energy Rajabasa tentang nota kesepahaman mengenai berbagai kegiatan menuju realisasi proyek pembangkit listrik panas bumi Rajabasa. Keenam, antara PT Bank SMBC Indonesia dan PT Pegadaian tentang ekosistem emas dan inklusi keuangan Indonesia.

Lanjut ketujuh, antara 2Way World dengan PT Nose Herbal Indo tentang kemitraan strategis kecantikan Indonesia-Jepang. Kedelapan, antara SMBC Aviation Capital dengan Danantara dan Mandiri Investment Management tentang Mandiri Aviation Leasing Fund.

Dan kesembilan, antara JETRO dengan Danantara Investment Management untuk memperkuat hubungan kerja sama antara JETRO dan PT Danantara Investment Management. Kesepuluh, antara Kadin Jepang dan Kadin Indonesia tentang kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.

 

sumber : Rilis
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement